Langkat, Postkeadilan – Kondisi memprihatinkan terlihat jelas saat Tim Media Post Keadilan bersama lembaga JPKP melakukan kunjungan langsung ke SMP/SMK Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, pada yange (13/5/2026).
Alih-alih mencerminkan lingkungan pendidikan yang bersih dan layak, sekolah tersebut justru tampak tidak terawat. Sampah terlihat berserakan, bahkan hingga ke depan ruang kelas. Pemandangan ini menimbulkan tanda tanya besar terkait kepedulian pihak sekolah terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan belajar siswa.
Situasi ini dinilai sangat ironis, mengingat sekolah seharusnya menjadi tempat yang mendidik kedisiplinan, termasuk dalam menjaga kebersihan. Namun fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya—lingkungan sekolah terkesan dibiarkan kotor tanpa penanganan serius.
Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah berinisial Y menyambut tim dengan baik. Namun, ia mengungkapkan bahwa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) belum dapat dicairkan karena izin operasional sekolah yang belum selesai.
Alasan tersebut dinilai tidak sepenuhnya dapat dijadikan pembenaran atas kondisi sekolah yang kotor dan tidak terurus. Pasalnya, menjaga kebersihan lingkungan sekolah tidak selalu bergantung pada dana besar,
melainkan juga pada manajemen, kedisiplinan, dan tanggung jawab seluruh elemen sekolah, termasuk kepala sekolah dan para guru.
Dugaan kurangnya perhatian dari pihak kepala sekolah berinisial Y terhadap kebersihan lingkungan pun mencuat. Tidak hanya itu, para tenaga pengajar juga dinilai turut abai, melihat kondisi sampah yang berserakan hingga ke area depan kelas yang seharusnya menjadi area paling terjaga.
Tim Media Post Keadilan menilai bahwa kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat diminta segera turun tangan untuk melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap pihak sekolah.
Jika dibiarkan, kondisi seperti ini bukan hanya mencoreng dunia pendidikan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan serta kenyamanan siswa dalam menjalani proses belajar mengajar.
Media Post Keadilan akan terus mengawal dan menindaklanjuti persoalan ini hingga ada perbaikan nyata di lapangan.
(Tim/utari)













