oleh

Carut Marut PPDB Jabar, Ombudsman RI Angkat Bicara. Di SMAN 2 Tamsel, Ada Siswa Berprestasi Tak Diterima?

PostKeadilan – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017 di beberapa daerah masih mengalami beberapa masalah dalam pelaksanaannya. Salah satunya temuan Ombudsman RI dalah pelaksanaan PPDB di Jawa Barat yang tidak mengacu pada aturan Permendikbud No 17 tahun 2017 .

Pimpinan Ombudsman RI Ahmad Suaedy menyatakan, pelaksanaan PPDB yang tak mengacu aturan Permendikbud itu sebagai permasalahan yang paling prinsipil. Persoalan ini paling mendasar karena akan berakibat fatal pada maladminsitrasi secara sitemik.

“Dengan tidak mengacu pada Permendikbud itu bisa menciptakan permasalahan yang prinsipil menurut saya. Itu dapat berakibat pada permasalahan maladministrasi yang sistemik. Masih banyak di daerah yang tidak mengacu kepada Permendikbud 17 tahun 2017, bahkan ada kepala sekolah yang jelas menolak,” kata Suaedy di Kantor Ombudsman RI, Senin (10/7/2017).

“Kami melihat ini bisa berpotensi terdapat kolusi, meskipun sampai saat ini belum ada laporan soal itu,” kata Suaedy.

“Banyak ya, ada pemalsuan surat keterangan miskin, intervensi pejabat, sampai MoU kuota siswa,” lanjutnya.

Rencananya, Ombudsman RI akan menindaklanjuti temuan-temuan tersebut ke Kemendikbud pada akhir pekan ini. “Nanti akhir pekan ini kami laporkan ke Kemendikbud untuk ditindaklanjuti. Paling lambat minggu depan,” pungkas Suaedy.

Di tempat terpisah, Mendikbud Muhadjir Effendy menyoroti praktik jual beli “kursi” pada sejumlah sekolah favorit. Muhadjir mengaku melarang keras praktik tersebut.

“Jangan sampai ada jual beli kursi, itu tidak boleh, dan saya melarang keras,” kata Muhajir, Minggu (8/7/2017).
Di SMAN 2 Tamsel, Ada Siswa Berprestasi Tak Diterima?
Hal nya di SMAN 2 Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, ada siswa berprestasi tidak diterima pihak sekolah. Ditelusuri mengapa demikian, tak satu pun pihak sekolah memberi jawaban pasti.
“Ya bang, nanti saya sampaikan kepada Kepala Sekolah,” ujar Yusfi yang menjabat sebagai bendahara SMAN 2 Tamsel yang pada saat itu didampingi Humas sekolah, Dra. Titik Kadarwati,di SMAN 2 Tamsel, Kamis (13/7/2017).
Dikunjungi esoknya, Jumat (14/7/2017) tak satupun pejabat SMAN 2 beri jawaban. “Senin depan aja bang,” ujar pegawai Tata Usaha yang ada.
Komite Sekolah, Drs. H.Burdani, ketika di informasikan mengenai kejadian tersebut, mengaku anggota komite. “Saya bukan ketua komite, saya anggota. Mengenai PPDB, saya tidak tahu menahu,” putusnya singkat, Sabtu (15/7/2017)
Namun beberapa hari kemudian, Jumat (21/7/2017) awak media ini mengetahui bahwa Burdani adalah Ketua Komite SMAN 2 Tamsel. Dipertanyakan kembali kepada Burdani, pria paru baya ini terlihat pucat dan menghindar masuk ke ruang H.Muhammad Nurdin S.Pd,MM kepala SMAN 2 Tamsel.
Dipertanyakan kepada Yusfi, akui ada rapat Komite dengan Kepala Sekolah dan wakil Kepala Sekolah terkait PPDB. “Ada rapat bang. Saya sudah sampaikan, kata bapak Senin depan saja,” ucap Yusfi.
Sebelumnya, kepada Yusfi di informasikan bahwa masalah siswa tersebut sudah diketahui Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Drs. H. Bambang Haryono, MM. Berkali-kali dikunjungi di sekolahan, batang hidung Nurdin tak tampak juga.
Selang berapa waktu usai kepergian Yusfi, ada oknum Polisi berpakaian dinas lengkap dengan sepucuk pistol di pinggangnya mengaku adalah anggota komite SMAN 2 Tamsel. Diminta tangggapan, Iptu Prayitno ini menjawab tidak tahu. Mengenai pistol yang masih terselip di pinggangnya masuk ke sekolahan, Prayitno katakan tidak ada masalah.
Di hari yang sama usai Sholat Jumat, akhirnya Nurdin dapat ditemui PostKeadilan. “Mau dewan pendidikan, Kepala Dinas kek, tidak boleh ada penerimaan siswa baru lagi,” dalih Nurdin. Padahal awak media ini katakan bahwa Ketua Dewan Pendidikan, Bambang ingin bicara kepada beliau. Namun Nurdin kekeh tidak meladeni.
“Kalau abang mau konfirmasi tentang PPDB, hari Senin kita ketemu. Semua panitia akan saya kumpulkan,” jawabnya.
Sementara diluar sekolah beredar kabar mengenai adanya ‘kolusi pada saat penerimaan calon peserta didik (CPD) non akademik baru di sekolah tersebut. Semisal disebut sumber, ada siswa inisial SS yang sudah tidak diterima di jalur prestasi, kini ikut serta menjadi siswa. “Anak itu baru masuk kemarin,” ujar sumber, Rabu (19/7/2017). Dipertanyakan mengenai itu, Nurdin tetap sebut Hari Senin (24/7/2017) akan di terangkan semua.
Sedemikan dengan berapa jumlah siswa yang diterima pada jalur non akademik, afirmasi, prestasi dan Mou Nurdin kembali menjawab Senin saja. Bersambung……………..Simare/Tim

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

5 komentar

  1. I’m honored to obtain a call from my friend as soon as he found the important recommendations shared on your site.
    Browsing your blog posting is a real fantastic experience.

    Thanks again for considering readers at all like me, and I desire for you the best of achievements being a professional in this field.

News Feed