DIDUGA PERKAYA DIRI, MOBIL BUS PEMKAB BEKASI DI ‘BISNISKAN

- Penulis

Rabu, 18 September 2019 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab. Bekasi, PostKeadilan – Ulah oknum abdi negara yang bekerja di Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bekasi, serpak terjangnya luar biasa. Berbagai cara dilakukan diduga untuk mendulang pundi-pundi keuangan.

“Aturan tinggal aturan yang penting menghasilkan uang. Mungkin itulah yang ada dibenak oknum ASN di Bagian Umum itu,” tuding Boy Iwan, sebagai Pemerhati Anggaran dan Kebijakan Pemerintah Kab. Bekasi ini kepada PostKeadilan, Rabu (18/09/2019).

Menurut Boy, apa yang menjadi perhatian dan temuan mobil dinas yang diduga dibisniskan sudah jelas ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin PNS. Khususnya di pasal 4 ayat (5) yang menjelaskan bahwa menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barang-barang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah tidak dibenarkan dan termasuk pelanggaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Pria Tanpa Identitas Tewas Tertabrak Kereta Api di Ciomas Pria Tersebut Di Duga Pegawai Koperasi Simpan Pinjam

Atas dasar demikian, ia sebut oknum abdi negara yang bekerja di Bagian Umum jelas melanggar PP tersebut dan diduga telah menyalahgunakan kewenangannya.

“Kabag Umum, Imam Faturohman pernah menolak permohonan pinjam pakai kendaraan dinas atau bus operasional yang akan digunakan pihak tertentu untuk reakreasi. Nah ini bawahan Kabag. Kok bisa mengijinkan kendaraan bus digunakan untuk itu juga,” beber Boy Iwan.

Cerita Boy, oknum ASN yang dia maksud terbilang paling lama bekerja di Bagian Umum dan belum pernah dipindah atau dimutasi ketempat lain. Mungkin karena “senior”.

Temuan bermula dari adanya paguyuban para pedagang yang berjualan di salah satu kantin Pemkab Bekasi melakukan lobby-lobby ke oknum ASN itu dengan tujuan meminjam pakai kendaraan bus untuk rekreasi ke daerah Ciamis, Jawa Barat.

Singkatnya, lanjut Boy. Lobby disepakati. Pada hari Jumat, tanggal 30 Agustus 2019 jam 23.00 WIB, salah satu mobil Bus jemputan karyawan Pemkab Bekasi yang saya lihat parkir dihalaman parkir gedung Wibawa Mukti.

Baca Juga :  Gubernur Sumut Serahkan Remisi Kepada 31.158 Narapidana dan Anak Lapas/Rutan se-Sumatera Utara Pada HUT RI Ke 77

“Merasa ingin tau, maka mobil Bus milik Pemkab Bekasi, saya perhatikan. Ternyata sedang menunggu para penumpang masuk kedalam mobil Bus tersebut,” ungkapnya.

Kemudian Boy mengikuti mobil bus milik Pemkab Bekasi tersebut. Ketika memasuki Rest Area 130 Tol Cipali, mobil bus itu berhenti untuk istirahat.

“Ditempat itu lah, kami melakukan bincang-bincang dengan penumpang mobil bus. Ada sekitar kurang lebih 40 orang penumpang mobil bus,” ujarnya sambil memperlihatkan foto mobil bus Pemkab dimaksud.

Masih kata Boy. Dua hari kemudian, tepatnya hari Senin tanggal 1 September 2019. Kami perhatikan sudah berada di Pemkab Bekasi.

Ketika hal tersebut diklarifikasi melalui surat kepada oknum ASN di Bagian Umum, Abdul M. Latif, sampai sekarang belum ada jawaban.

“Anehnya lagi, sang sopir bus dan salah satu stakeholder mengirim pesan singkat melaui Whas Ap. Entah apa maksudnya, yang jelas temuan kami ini tidak ada sangkut pautnya dengan sopir bus dan stakeholder itu.

Baca Juga :  Lagu 'Lungun Nai Di Au Among' Ciptaan Letkol Andris Simaremare Viral & Telah Launching

Boy berharap kepada Bupati dan Sekda Kabupaten Bekasi agar ditindaklanjuti dan diberikan sanksi kepada oknum ASN yang terlibat ‘membisniskan’ mobil dinas tersebut.

“Dengan adanya temuan ini kami menghimbau kepada ASN untuk menggunakan sepeda motor atau mobil dinas sesuai dengan kegunaannya yaitu untuk kelancaran dalam melaksanakan tugas. Apalagi kendaraan dinas ini merupakan aset negara jadi sudah seharusnya kita menjaga dan memelihara,” tegas Boy Iwan.

Dikonfirmasi kepada Latif, dirinya berdalih. “Sudah.. sudah ada yang datang kemari,” putus nya seketika di ujung telepon seluler miliknya, Rabu (18/9/2019).

Coba dihubungi kembali dan di SMS, Latif tak juga beri jawaban.

Demikian dengan Kabag Umum Kab. Bekasi, Imam Faturohman, hingga berita dilansir belum beri jawaban. Bersambung..(Tim)

Berita Terkait

KCD Wilayah Tiga Jawa Barat Beri Penjelasan Terkait Sejumlah Berita
Para Oknum PPK Pembangunan RPS Pada 2 SMK NEGERI, Akhirnya Ditetapkan Tersangka Dan Langsung Ditahan
Akses Panen ditutup Puskopad TNI Bukit Barisan. Puluhan Warga Ramunia Mendatangi Kantor Gubernur Sumatera Utara
Warga Ramunia Dilarang (Puskopkar “A” Bukit Barisan) Panen di saat Harga Beras Naik.
Ayo.. Pendaftaran Seleksi Calon ASN Dibuka
Tersangka Korupsi Proyek Tol MBZ Bertambah Satu Lagi
Partisipasi Bank Hana dalam global CSR Orientations Day
Tokoh Wanita Di Tiga Perumahan silaturahmi dengan caleg dari partai Golkar Dapil Tujuh
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 September 2023 - 20:19 WIB

KCD Wilayah Tiga Jawa Barat Beri Penjelasan Terkait Sejumlah Berita

Kamis, 21 September 2023 - 18:47 WIB

Para Oknum PPK Pembangunan RPS Pada 2 SMK NEGERI, Akhirnya Ditetapkan Tersangka Dan Langsung Ditahan

Kamis, 21 September 2023 - 17:32 WIB

Akses Panen ditutup Puskopad TNI Bukit Barisan. Puluhan Warga Ramunia Mendatangi Kantor Gubernur Sumatera Utara

Kamis, 21 September 2023 - 00:30 WIB

Warga Ramunia Dilarang (Puskopkar “A” Bukit Barisan) Panen di saat Harga Beras Naik.

Rabu, 20 September 2023 - 10:29 WIB

Ayo.. Pendaftaran Seleksi Calon ASN Dibuka

Selasa, 19 September 2023 - 17:57 WIB

Partisipasi Bank Hana dalam global CSR Orientations Day

Selasa, 19 September 2023 - 12:24 WIB

Tokoh Wanita Di Tiga Perumahan silaturahmi dengan caleg dari partai Golkar Dapil Tujuh

Selasa, 19 September 2023 - 10:13 WIB

Jaksa Agung: Menjadi Seorang Jaksa Merupakan Upaya Pembelajaran Yang Tidak Berkesudahan

Berita Terbaru

Advertorial

Ayo.. Pendaftaran Seleksi Calon ASN Dibuka

Rabu, 20 Sep 2023 - 10:29 WIB

error: Peringatan: Pemilihan konten dinonaktifkan!!