Dua TPSS Bakal Dimangun di Dengklok

Rengasdengklok, Post Keadilan – Menanggapi keluhan masyarakat mengenai kumuhnya wilayah Kecamatan Rengasdengklok akibat banyaknya sampah yang berasal dari Pasar Rengasdengklok dan limbah keluarga, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan wilayah 2 Rengasdengklok berencana membangun Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) di 2 titik yang dianggap paling strategis.
Volume sampah yang terlalu banyak di wilayah Rengasdengklok, tidak bisa diangkut hanya dengan menggunakan 4 truk sampah.

Mandor kebersihan DLHK wilayah 2 Nurhasan mengakui, saat ini pihaknya kekurangan armada pengangkut sampah, sehingga tumpukan sampah di beberapa titik di Pasar Rengasdengklok dan Jalan Tugu Proklamasi tidak dapat di angkut semuanya. “Kalau hanya 4 armada pengangkut sampah kita gak cukup, karena jarak untuk membuang ke Jalupang nya lumayan cukup jauh dan memakan waktu, maka dari itu melalui pusat kita akan membangun TPSS di 2 titik berbeda yakni di belakang Bulog jalan tugu proklamasi, dan di tepi jalan arah Kecmatan Batujaya,” katanya, kepada awak media ini.

Bacaan Lainnya

Tercatat DLHK wilayah 2 hanya mempunyai 4 armada, sedangkan jumlah sampah di pasar dan wilayah Dengklok setiap harinya mencapai 70 kubik. Dirinya berharap Pemkab Karawang terutama DLHK kabupaten menambah 3 armada truk pengangkut sampah, sementara pihaknya akan membangun TPSS di 2 titik yaitu di bagian utara Pasar Rengasdengklok dan di Jalan Tugu Proklamasi. “Kita berharap, agar pemkab bisa menambah lagi armada sampah untuk wilayah Rengasdengklok, karena dari 70 kubik sampah yang kita angkut setiap hari itu masih menyisakan saldo sampah,” harap dia.

Adapun dengan rencana membangun TPSS ini, sambung pria yang akrab disapa Emon ini, bisa meminimalisir berserakannya sampah yang terjadi di beberapa titik di wilayah Kecamatan Rengasdengklok. Ia juga sering mengimbau kepada masyarakat ditiap minggon agar membuang sampah pada tempatnya.
“Kita juga memerlukan kesadaran masyarakat, jangan sampai membuang sampah itu di mana saja, kebersihan juga bisa dijaga jika kesadaran masyarakatnya emang ada,”harapnya. (P Purba)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.