Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Headline Newskabar jabar

Kegiatan Program Citarum Harum Di Kabupaten Bekasi Di Pertanyakan

×

Kegiatan Program Citarum Harum Di Kabupaten Bekasi Di Pertanyakan

Sebarkan artikel ini

Jabar Postkeadilan-Hal tersebut terungkap dalam Inspeksi Mendadak (Sidak) FKP DAS Kabupaten Bekasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum ke empat titik di Desa Kedungwaringin, Kecamatan Kedungwaringin, dan Desa Karang Haur, Desa Karang Mekar, Desa Sumberreja, Kecamatan Pebayuran.

Amrun melihat adanya kejanggalan dalam program tersebut, karena pelaksanaannya tidak memakai master plan yang dikeluarkan oleh BBWS.

“Pelaksanaan normalisasi mengakibatkan Garis Sepadan Sungai (GSS) menjadi Amburadul dan terjadi eksploitasi besar-besaran di sekitar lokasi, sementara tanggul yang seharusnya dipertebal diabaikan begitu saja,” Terangnya.

Baca Juga :  Kantor Camat Merapi Barat Termegah di Kabupaten Lahat Habiskan Dana Milyaran Rupiah

Amrun mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dan mengirimkan surat ke BBWS, DPRD Kabupaten Bekasi, dan Kementerian PUPR terkait Amburadulnya pekerjaan program Citarum Harum di Kabupaten Bekasi.

Kami Merasa Kecewa Karena Kegiatan Tersebut Sudah Diusulkan Sebagai Program Restorasi Total Pada Tahun 2018, Akan Tetapi Kami Menunggu Master Plan Yang Akan Dikeluarkan Oleh BBWS,” Tambahnya.

Baca Juga :  Gagalkan Peredaran Narkoba Jenis Ganja Intel Kodim 0609/Cimahi Dan Tim BNN Kota Cimahi

Disinggung Wartawan mengenai besarnya Anggaran dalam Program Citarum Harum, Amrun Mempertanyakan mengapa kegiatan tersebut malah dilaksanakan oleh pihak ketiga.

“Kami meminta Dansektor 19 dan Dansektor 20 untuk menghentikan sementara kegiatan dalam Program Citarum Harum sebelum dikeluarkannya Master plan oleh BBWS,” Ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kabid Perencanaan BBWS Citarum, Suwarno, mengaku akan melaporkan dan mengevaluasi kegiatan dalam Program Citarum Harum ini kepada Kepala BBWS.

Baca Juga :  PUBLIKASI KINERJA DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA (DPMD). (Desember 2018)

 

“Ya kami akan melakukan evaluasi setelah melakukan sidak ke lapangan ini. Sungai jangan dibuat seperti ini malah hancur berantakan, kalau begini kan seperti diambil yang bagus-bagusnya saja dan tidak dirapihkan kembali,” tegasnya,,PK”. (P. Purba)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

sabung ayam online judi bola online juara303 login Kreis 17 - Iserlohn juara303 sbobet88 mahjong ways judi bola judi bola juara303 juara303 slot thailand live casino