Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
CikarangHeadline Newslingkungan

Kejahatan Lingkungan Marak Di Kab Bekasi, Ketua LSM GEMPAL: Banyak Perusahaan yang Tidak Mengantongi Amdal

×

Kejahatan Lingkungan Marak Di Kab Bekasi, Ketua LSM GEMPAL: Banyak Perusahaan yang Tidak Mengantongi Amdal

Sebarkan artikel ini

Cikarang PostKeadilan – Menyikapi banyaknya permasalahan kejahatan lingkungan hidup di Kabupaten Bekasi yang diduga dilakukan perusahaan dengan membuang limbahnya sembarangan ke aliran sungai dan mencemari pemukiman warga.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui dinas Lingkungan Hidup (DLH) diminta lebih tegas menyikapi persoalan tersebut.

Ketua LSM GEMPAL Ribah Setiawan SH mengatakan, sejauh ini, banyak Kasus pencemaran lingkungan hidup yang dilaporkan baik dari masyarakat dan pegiat lingkungan hidup. Namun kata dia, laporan itu tidak ditindak tegas dari oleh Dinas Lingkungan Hidup.

Baca Juga :  Bupati Karawang Resmi Buka Kegiatan TMMD Imbangan Tahun 2020 Kodim 0604/Karawang

“Kami minta Dinas Lingkungan Hidup bisa lebih tegas lagi dalam melakukan penegakan hukum dalam pencemaran lingkungan hidup,” ujarnya, Jum.at( 13/11/ 2020).

Saat ini kata Ribah , pihaknya sudah melaporkan lima perusahaan di Kecamatan Cikarang Barat yang terindikasi melakukan kejahatan lingkungan hidup yang kebanyakan kajian limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) / UPL ULL tidak di penuhi.

Baca Juga :  Pentingnya Edukasi Dan Tanamkan Nilai Agama Sejak Usia Dini

Bahkan kata dia, banyak juga perusahaan yang tidak mengantongi izin dokumen analisa dampak lingkungan (Amdal).

“Sejauh ini ada lima perusahaan yang terindikasi belum memenuhi kajian UPL UKL pembuangan Limbah B3 dan itu sudah dilaporkan ke DLH,” bebernya.

Jika, mengacu pada undang-undang nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. “Jelas mengamanatkan bahwa setiap kegiatan usaha harus dilengkapi dengan dokumen lingkungan hidup, serta wajib melaporkan secara berkala perkembangan dari dampak lingkungan yang ditimbulkan dari kegiatan usahanya,” jelasnya.

Baca Juga :  Lantik 10 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Menteri ATR/Kepala BPN Hadi Tjahanto

“Ada juga yang tidak lengkap dokumen izinnya. kemudian masalahnya ada lah lemahnya pengawasan dari DLH. Sehingga, tidak ada pelaporan dari pihak perusahaan kepada pemerintah daerah,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya ……………………………

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

sabung ayam online judi bola online juara303 login juara303 Kreis 17 - Iserlohn juara303 sbobet88 mahjong ways judi bola judi bola judi bola juara303 juara303