oleh

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Meninjau Lokasi Persawahan Sungai Lingkar Yang di Serang Ulat Gryak

Batanghari — Kepala Desa Sungai Lingkar, Mahidin menyambut hangat kedatangan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Batanghari, Maramulya Pane yang sedang melakukan peninjauan secara langsung ke lokasi Sawah para Petani yang di serang ulat gryak serta membawa obat racun pembasmi ulat gryak, Jumat (9/7/2021).

Di dampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan Isnen dan Kepala Bidang PSP, Darwin Nasution beserta Camat Maro Sebo Ulu, Budimansyah, SE dan Petani Pengaman Hama tanpa segan masuk ke lokasi persawahan yang sedang diserang hama tersebut.

banner 400x130

Dalam hal ini Camat Maro Sebo Ulu, Budimansyah, SE menyampaikan bahwa hari ini tim dinas pertanian dan holtikultura kabupaten Batanghari, Pihak Kecamatan, Pihak Desa Sungai Lingkar meninjau sawah di Desa Sungai Lingkar yg saat ini sedang terkena hama ulat gryak (Ulat Tentara).

“Semoga dengan kedatangan tim meninjau langsung lokasi sawah di desa sungai lingkar, Harapan saya hama ini cepat teratasi dan masyarakat dapat bercocok tanam padi dengan tenang hingga menghasilkan,” Ujarnya.

Baca Juga :Tiba-tiba Oleng, Mobil Pengangkut Pompa Air Terbalik Di Muara Bulian

“Disamping itu tim dinas pertanian dan holtikultura kabupaten Batanghari juga memberikan racun pembasmi ulat gryak atau ulat tentara,” Lanjutnya.

Sementara Kades Sungai Lingkar, Mahidin menuturkan bahwa kami masyarakat sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas cepat tanggapnya Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura.

“Alhamdulillah saya sangat berbangga hati kepada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura yang datang langsung meninjau persawahan warga saya yang rusak akibat diserang ulat dan langsung memberikan obat racun pembasmi ulat gryak,” Ujar Kades Sungai Lingkar.

Dikatakan, Mahidin, Tentu dalam hal ini lahan persawahan harus dijadikan sebagai prioritas dan perhatian serius untuk segera diselesaikan mengingat lahan persawahan yang diserang ulat akan mengurangi tingkat produktifitas.

“Seperti kita ketahui pada saat pandemi covid-19 yang saat ini terjadi, pada sektor tanaman pangan menjadi perhatian dan prioritas dari Pemerintah,” Ucapnya. (Edo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

1 komentar

News Feed