oleh

Lingkungan Sekolah Jorok, Kinerja Kepala SMPN 27 Medan Dipertanyakan


Medan, PostKeadilan – Kinerja Kepala SMP Negeri 27 Medan, Sawalina layak di pertanyakan. Pasalnya, Lingkungan sekolah tampak jorok, penuh dengan sampah-sampah yang berserak.
Pantauan awak media ini setelah beberapa kali kunjungan, sampah berasal dari limbah kantin sekolah. Coba beri masukan kepada Sang Kepala Sekolah, namun Sawalina seperti menghindar. Isu merebak, Sawalina ‘alergi melihat kedatangan wartawan.
Mengetahui hal demikian, PostKeadilan lakukan kunjungan kembali, Selasa (8/10/2019) itu. Kedatangan kali ini hendak konfirmasi mengenai anggaran Dana Bos serta ‘kebobrokan lingkungan SMPN 27 Medan yang dipenuhi sampah-sampah. Namun lagi-lagi Sawalina tidak juga mau bertemu.
Pasca sepeninggal Kepala sekolah sebelumnya, SMPN 27 Medan yang beralamat di jalan Willem iskandar(pancing) semakin memburuk.
Pada Selasa itu, beberapa crew media yang hendak bertemu Sawalina tak satu pun yang ditemui Sawalina. Ditenggarai pimpinan sekolah ini mengatur para piket sekolah agar menyampaikan kepada insan pers yang datang, bahwa dirinya lagi ada tamu. “Kepsek lagi ada tamu. Lagi melayani para mahasiswa yang PKL,” demikian sebut guru-guru piket yang ditemui.
Coba ditelusuri lebih dalam, ternyata Sawalina berada di raung kerjanya. Dirinya entah mengapa tak mau jumpai wartawan. Mirisnya, skenario dirinya sedang ada tamu pun terungkap. Sawalina berada diruangannya dan tidak ada siapa pun ada tamu di ruangannya tersebut. Ditanya mengapa bersembunyi, Sawalina langsung pergi meninggalkan wartawan.

Terlepas dari itu, info dari warga sekolah sebut Sawalina berbisnis kantin. Kantin di lingkungan SMPN 27 Medan mencapai 11 kantin. Disebut hanya 2 yang masuk pengelolaan Koperasi SMPN 27 Medan, sisanya milik Sawalina. Karenanya, Kepala Sekolah itu sering ‘cekcok dengan guru dan pegawai. Sayangnya, guru dan pegawai tak berani membeberkan demi takut dipermasalahkan Sawalina dikemudian hari.
“Jangan lah bang. Cari tau saja sendiri,” ungkap guru yang tidak mau sebut namanya ketika crew berkeliling sekolah cari tau keberadaan Sawalina.
Saat berkeliling itu juga, tampaklah pemandangan semakin kumuh dan joroknya lingkungan sekolah. Sampah berserakan tanpa ada yang mengurus. Bagaimana bisa Sawalina diangkat menjadi Kepala Sekolah, menjadi pertanyaan besar dan pembicaraan di kalangan Insan Pers yang ada. Mengingat karakter Sawalina demikian, muncul asumsi Sawalina menjabat Kepala SMPN 27 Medan terkesan ‘dipaksakan alias dikarbet. Apalagi didapat info bahwa suami Sawalina seorang pejabat bertugas di Pemko Medan, bersambung.. (Irul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed