Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Headline NewsHukrim

Oknum Pimpinan PANWASCAM TOBASA Terancam 20 Tahun Penjara Dan Kebiri

369
×

Oknum Pimpinan PANWASCAM TOBASA Terancam 20 Tahun Penjara Dan Kebiri

Sebarkan artikel ini

Selama ini si korban hanya bisa diam karena takut diusir oleh pelaku.

Tak tahan menjadi budak nafsu bejat BT selama 8 tahun, akhirnya SB melarikan diri ke Medan, Minggu (13/9/2020) lalu.

Berbekal satu buah tas berisi pakaian seadanya SB ketemu seorang sopir angkot bermarga Butar Butar. SB mengaku bahwa dia berasal dari Kabupaten Tobasa dan datang ke kota Medan tanpa memiliki tujuan.

Baca Juga :  PT.TPL serah terimakan bangunan TPT(Tembok penahan tanah) kepada masyarakat Desa tangga batu 1 kecamatan parmaksian.

Merasa iba hati Sopir Agkot itu lalu menghubungi salah seorang kenalannya personel Polres di Tobasa. Setelah bercerita panjang lebar dengan sigap, lalu si sopir angkot tersebut membawa pulang korban ke Porsea, kemudian menghubungi pengurus punguan Butar-Butar di TOBASA. Kumpulan itu bersepakat untuk melaporkan kejadian ini ke Unit PPA Polres Tobasa Minggu (20/9/2020).

Baca Juga :  Miris!!! Bendera Merah Putih Sobek dan Kusam Berkibar di Halaman Kantor desa kelambir Kecamatan pantai labu

“Sejujurnya kami Marga Butarbutar mengutuk keras kejadian ini dan kami meminta agar polisi menangkap secepatnya dan memproses kasus ini seadil-adilnya,” sebut perwakilan Butar-Butar.

Korban saat ini sekolah di salah satu SMA sederajat di Kabupaten Toba Samosir. Untuk kepentingan mengawal proses hukum atas kasus ini dan untuk pemulihan dan menguatan psikologis korban, Komnas Perlindungan Anak membentuk Tim Advokasi dan litigasi Pemulihan Psiologis dan Reintegrasi korban.

Baca Juga :  Pengungkapan Dan Penangkapan Pelaku Pembunuhan Sepasang Kekasih Bersimbah Darah Di Cianjur

“Tim terpadu ini akan melibatkan tenaga-tenaga psikologis, P2TP2A dan pegiat Perlindungan Anak di Tobasa. Saya akan minta Parlin Sianipar selaku kordinator Pelaksana Tim Terpadu ini bertindak segera,” tutup Arist Merdeka Sirait. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses