Langkat, Post Keadilan | Pengukuhan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) dan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Tanjung Pura periode 2023–2027 resmi digelar dengan khidmat dan meriah. Ironisnya, di tengah semangat kebangkitan generasi muda Islam, acara besar ini justru berlangsung tanpa kehadiran dan dukungan nyata dari pihak Pemerintah Kecamatan Tanjung Pura. (Ahad, 03 Mei 2026).
Acara yang diinisiasi oleh kader-kader Muhammadiyah ini menetapkan Arzi Ali Anwar sebagai Ketua PCPM Tanjung Pura, didampingi Kamarudin sebagai Sekretaris dan Abdul Muttaqin sebagai Bendahara. Sementara itu, kepemimpinan PCNA Tanjung Pura diemban oleh Bulan Rafika Syafri, S.Pd sebagai Ketua, Maya Damayanti, S.Sos sebagai Sekretaris, dan Devita Indriani, S.Pd sebagai Bendahara.
Tak hanya seremoni, kegiatan ini juga dirangkai dengan gebyar Milad Pemuda Muhammadiyah ke-94 yang dipimpin oleh demisioner Ketua PCPM, Khairul Fahmi, S.Pd. Berbagai perlombaan bernuansa Islami digelar, mulai dari Tahfiz Qur’an, pidato, ranking satu, hingga lomba azan yang diikuti sekitar 240 peserta dari tingkat SD se-Kecamatan Tanjung Pura.
Kegiatan ini dinilai sejalan dengan visi religius yang digaungkan oleh Bupati Langkat, Syah Afandin, dalam membangun masyarakat yang berakhlak dan berdaya saing. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk PCM Tanjung Pura, Aisyiyah, simpatisan, dan para donatur menjadi bukti bahwa gerakan ini mendapat tempat di hati masyarakat.
Namun di balik suksesnya acara, terselip kekecewaan mendalam. Dalam wawancara, Khairul Fahmi menyampaikan kritik tajam terhadap sikap Pemerintah Kecamatan Tanjung Pura.
“Sangat disayangkan, pemerintah kecamatan yang dipimpin oleh Camat Tengku Reza Aditia tidak hadir dan tidak memberikan dukungan terhadap kegiatan sebesar ini. Padahal ini menyangkut pembinaan generasi muda dan kegiatan keagamaan,” tegasnya.
Ketiadaan perwakilan pemerintah dinilai bukan sekadar absen fisik, melainkan cerminan lemahnya komitmen dalam mendukung kegiatan kepemudaan dan keagamaan di wilayahnya sendiri. Publik pun mulai mempertanyakan: di mana peran pemerintah saat masyarakat bergerak sendiri membangun karakter generasi?
PCPM dan PCNA Tanjung Pura berharap ke depan tidak ada lagi sekat antara gerakan masyarakat dan pemerintah. Kolaborasi yang harmonis dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan Tanjung Pura yang religius, maju, dan penuh semangat kebersamaan.
Jika pemerintah terus abai, jangan salahkan bila kepercayaan publik perlahan memudar. Sebab hari ini, masyarakat sudah membuktikan—tanpa pemerintah pun, mereka tetap bisa bergerak. (Dian)













