Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
AdvertorialHeadline NewsHumbahas

Pemkab Humbahas Terima Penghargaan Dari Kemendikbudristek di Yogyakarta

×

Pemkab Humbahas Terima Penghargaan Dari Kemendikbudristek di Yogyakarta

Sebarkan artikel ini

Humbahas PostKeadilan. Kemendikbudristek RI memberikan anugerah Merdeka Belajar kepada para pemangku kepentingan mitra Merdeka Belajar. Mulai dari perguruan tinggi, pemda hingga media. “Anugerah Merdeka Belajar diberikan kepada para pemangku kepentingan yang sudah berkontribusi secara signifikan dalam pembangunan pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi,” jelas Sekjen Kemendikbudristek, Ir Suharti MA, PhD, dalam pidatonya di acara Penyerahan Anugerah Merdeka Belajar, di Gedung Trimurti, Komplek Candi Prambanan, Yogyakarta, Senin (29/5/23).

Baca Juga :  Lakukan Pemeliharaan Pabrik Tahunan di Masa Pandemi, PT Toba Pulp Lestari berkomitmen tetap laksanakan Prokes 3M

Suharti menjelaskan setiap penerima penghargaan telah mengalami seleksi yang ketat yang telah dilaksanakan Kemendikbud. “Semua penerima penghargaan dan penerima anugerah telah melalui proses kurasi dengan indikator yang jelas dan ketat,” tegas Suharti.

Adapun kategori penerima adalah pertama penerima anugerah mitra terbagi ke dalam kategori kementerian, lembaga pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi non pemerintah dalam negeri, kemudian organisasi internasional.

Baca Juga :  Diduga Pihak PT APL Duduki Lahan Zubir HM Dari Tahun 2014, Praktisi Hukum Dian Burlian, SH.,MA Angkat Bicara

Berikutnya penerima anugerah sosok inspiratif untuk penerima anugerah pendidikan tinggi terbagi ke dalam beberapa kategori yaitu perguruan tinggi vokasi, perguruan tinggi akademik, KIP kuliah, beasiswa ADik, dan satgas pencegahan dan penangan kekerasan seksual. “Adapun pemerintah daerah kami bagi ke dalam beberapa kategori, yaitu transformasi anggaran dan regulasi, transformasi pembelajaran, transformasi SDM Pendidikan, program Indonesia pintar, transformasi digital dan pencegahan tiga dosa besar pendidikan yaitu perundungan, kekerasan seksual dan intoleransi, serta transformasi pendidikan vokasi,” urai Suharti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

live casino online judi bola online sabung ayam online live casino online sabung ayam online sbobet88 agen live casino sabung ayam online slot gacor slot gacor slot88 sv388 sv388 sv388 sabung ayam online sabung ayam online sabung ayam online sabung ayam online sv388 judi bola sv388 sv388 live casino online sv388 sbobet88