oleh

PROPAM SUMBAR Periksa Dan ‘Tahan Oknum PAMA ‘Anarkis

Jakarta, PostKeadilan – Kasus oknum PAMA inisial SDC yang dinilai ‘anarkis atas dugaan penganiayaan terhadap 3 orang Bintara, Propam POLDA Sumatera Barat (SUMBAR) lakukan pemeriksaan dan penahanan.

Hal ini dijelaskan Kadiv Humas POLDA Sumbar, KOMBES SATAKE BAYU SH, MH menjawab asumsi sejumlah masyarakat netizen yang beredar di Media Sosial.

Beberapa para netizen yang mengikuti perkembangan Penanganan Kasus itu, ada yang mengawatirkan bahwa SDC tidak mendapatkan sangsi atas perbuatannya.

“Kini sedang berproses. Pemeriksaan kepada diduga pelaku dan saksi-saksi. Ia (SDC) ditempatkan di tempat khusus, semacam SEL,” ujar KOMBES Bayu kepada PostKeadilan di ujung HP, Senin (30/3/2020) sore.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini mendapat respon cepat dari Kapolri Jenderal Idham Azis.

Koordinator Nasional TRCPA, Bunda Naumi yang bersuara lantang setelah melihat video ‘penganiayaan tersebar di media on line, nyaris mempersiapkan Surat Resmi Kepada Kapolri.

Menurut ia (Bunda Naumi), anak-anak di kwatirkan dengan mudah nya dapat mengadopsi cara-cara kekerasan yang dipertontonkan. “Sepetri yang terlihat (Video Viral Oknum PAMA, aniaya 3 orang Bintara), kan kelihatan sadis,” bebernya.

Pegiat anti kekerasan ini menyesal kan tindakan ‘anarkis SDC terhadap 3 bintara itu yang di pukul pakai Kapek Rim Ikat Pinggang hingga kepala anggota bintara itu terluka.

“Kita bersyukur bapak Kapolri respon cepat,” imbuhnya.

Beberapa hari kemudian, Bunda Naumi kembali tampil di Medsos Facebook, ingin masyarakat.mengawal keterbukaan tentang penahanan SDC.

Disisi lain beberapa Netizen dan Bunda Naumi membenarkan keberanian anggota Polisi yang lakukan perekaman.

“Saya beri apresias kepada Polisi yang merekam kejadian itu. Jangan disalahkan,” kata Naumi, Senin (30/3/2020) siang.

Lebih lanjut kata Naumi, kejadian itu memang sengaja dipertontonkan SDC. “Itu dia (SDC) lakukan di lapangan. Bukankah kesengajaan.? Kalau tidak mau dilihat publik, kenapa dipukul dilapangan.? Jangan kita salahkan. Justru Perekam itu dikasih penghargaan,” tukasnya.

Kembali ke Kombes Bayu. Dikonfirmasi berapa lama dan sejauh apa penahanan SDC di ‘Ruang Khusus’. Bayu belum bisa memastikan. “Masih pemeriksaan dulu bang. Kita lengkapi dulu bukti dan keterangan saksi-saksi,” tutupnya. (R-01/Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed