PT Pindo Deli 3 Cenderung mengabaikan Kelestarian Lingkungan Hidup?

Wartawan Penulis oleh: Balas

Karawang, PostKeadilan – Saat ini merupakan salah satu wilayah di Jawa Barat yang perkembangannya sangat dinamis. Lumbung padi Nasional itu sekarang telah bertransformasi ke arah Industrialisasi. Pengaruh zaman telah menghadirkan tuntutan terhadap perkembangan yang membawa pembaharuan kearah kemajuan.

Industrialisasi dewasa ini telah merubah wajah masyarakat Karawang. Kemajuan indutrialisasi memancarkan daya pikat luar biasa bagi para pendatang untuk mengadu nasib di daerah Karawang. Di Karawang terdapat beberapa kawasan industri terbesar se Asia Tenggara. Tidak mengherankan dewasa ini Karawang terlihat lebih mirip dengan Bekasi jika di lihat beberapa tahun kebelakang.

Selain menumbuhkan perekonomian masyarakat Karawang, juga merubah pola fikir budaya masyarakat karawang. Indutrialisasi juga menimbulkan dampak yang negatif, terutama jika dilihat dari aspek lingkungan. Banyaknya industri di Karawang tentunya menimbulkan ancaman yang tidak sedikit terhadap lingkungan.

Jika diteliti dengan cermat dan komperhensif, banyak perusahaan di Karawang diduga cenderung MENGABAIKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN. Semisal perusahaan kertas terbesar di Karawang yaitu PT Pindo Deli 3 yang membuang limbahnya secara membabi buta. Pasalnya PT. Pindo Deli 3 cenderung mengabaikan perbaikan pengolahan instalansi pengolahan limbah,

Hasil investigasi lapangan, warga sekitar tuding perusahaan itu telah melakukan pencemaran lingkungan terhadap Kali (Sungai) Cibeet, limbah pabriknya mempunyai tingkat toxinitas yang melampaui batas kewajaran.

Dampak limbah perusahaan tersebut terkena ke Desa Wanakerta. “Dimana sebelumnya, Kali Cibeet sebelumya dapat  di pakai untuk mandi, mencuci dan kadang-kadang bisa di pake untuk air minum,” ujar warga Desa Wanakerta enggan sebut nama kuatir dipermasalahkan dikemudian hari.

Tetapi sekarang ini jangan kan untuk air minum, pakai mandi dan nyuci baju sudah tidak bisa di pake lagi. “Sampai menimbulkan bau menyengat dan sangat menyesakan sehingga dapat menimbulkan sesak nafas (asma),” keluh warga lainnya.

Usut punya usut pipa jombo milik PT. Pindo Deli 3 memang membuang limbah ke Sungai Cibeet. Pembungan limbah ini lah diperkirakan sebagai penyebab utama tercemarnya air sungai tersebut.

Seperti diketahui, Sungai Cibeet merupakan salah satu sumber penghidupan yang sangat berharga bagi masyarakat sekitar. Tidak mengherankan bila pihak desa dan masyarakat murka dan memohon kepada pemerintah.

Warga sekitar meminta agar pihak terkait lakukan penanganan serius agar bagaimana caranya air itu tidak berbau. “Kami ingin mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” harap warga.

Selain itu pihak masyarakat juga  menuntut untuk dapat menghadirkan dari pihak perusahaan tersebut supaya jelas pertanggungjawaban dari perusahaan karena perusahaan tersebut telah merugikan warga.

Upaya warga tidak hanya sampai di sini, warga juga melakukan penutupan pipa jumbo yang mengaliri limbah. Menurut masyarakat akan terus memantau penyegelan dan penutupan pipa beracun itu.

Tentunya sudah selayaknya, masyarakat dapat hidup nyaman walaupun berdampingan dengan industri. Kan sejalan jikalau para pengusaha mengerti kemauan masyarakat akan pentingnya kelestarian lingkungan dengan tidak membuang limbah beracun ke air sungai.

Peran semua elemen sangat dipelukan untuk mengentaskan maslah ini. Tentunya dengan ketegasan pemerintah daerah Karawang sebagai pemegang otoritas tertinggi. Diharapkan akan dapat mengakhiri penderitaan masyarakat pribumi Krawang

Coba dikonfirmasi ke PT Pindo Deli 3, hingga berita ini dilansir, pihak perusahaan itu belum dapat ditemui. Bersambung…… (Pariston)

Tags:
banner 468x60

Berlangganan

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

PT Pindo Deli 3 Cenderung mengabaikan Kelestarian Lingkungan Hidup?