Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Headline Newspendidikan

Sebut Pelamar P1 Tinggal Menunggu Penempatan, Guru PPPK Yang Dibatalkan Tetap Akan Aksi Demo

×

Sebut Pelamar P1 Tinggal Menunggu Penempatan, Guru PPPK Yang Dibatalkan Tetap Akan Aksi Demo

Sebarkan artikel ini

Jakarta, PostKeadilan – Melalui Siaran Pers Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyampaikan, 3.043 pelamar PPPK guru 2022 berstatus P1 atau Prioritas 1 tinggal menunggu penempatan dan tidak perlu tes kembali.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Nunuk Suryani melalui keterangan tertulis.

Sebelumnya, 3.043 pelamar P1 mengalami pembatalan penempatan. Pembatalan itu sendiri disebabkan, setelah dilakukan verifikasi kembali, terdapat sanggahan dari pelamar PPPK guru golongan P1 yang berdampak pada perubahan status atas 3.043 pelamar tersebut.

“Kepada 3.043 pelamar P1 yang akhirnya tidak mendapatkan penempatan, tidak perlu khawatir, Ibu dan Bapak tidak perlu mengikuti tes kembali dan tinggal menunggu penempatan oleh pemerintah daerah masing-masih pada tahun 2023 ini,” ujar Nunuk melalui keterangan pers, Selasa (14/3/2023).

Dipertanyakan melalui Chat WhatsApp (WA) kepada Nunuk, membenarkan Statement dirinyalah di Siaran Pers tersebut.

“Benar,” balas Nunuk kepada PostKeadilan, Selasa sore itu.

Baca Juga :  Sertijab Bupati Bogor Berlangsung Khidmat

Dikonfirmasi tentang bersikukuhnya pelamar P1 yang dibatalkan akan tetap lakukan aksi Demo (baca: Ditenggarai Secara Sepihak Panselnas Membatalkan Ribuan Guru PPPK) atas kekecewaan yang diumumkan Dirjen GTK sepekan lalu, Nunuk mempersilahkan.

“Silahkan saja. Kemendikbudristek terbuka untuk menerima audiensi. Sebagai informasi, penambahan kuota formasi secara regulasi tidak dilakukan ditengah jalan,” ujar Nunuk.

Sementara itu di hari yang sama pada Grup WA ‘P1 Segera Penempatan’ , meski mengetahui Siaran Pers Ditjen GTK, malah semakin banyak berseliweran chat Protes dan Ketidakpercayaan terhadap Ditjen yang gawangi Nunuk di Grup WA yang tak lain tak bukan beranggota para Guru PPPK golongan P1 yang dibatalkan.

“…Teman teman seperjuangan waktu aksi kita tinggal beberapa hari. Menurut hemat saya. Agar kedatangan aksi kita maksimal mulai skg lbh baik kita berusaha scr pribadi utk menyusun pembuktian serta mencari data data yang diperlukan nanti ketika menghadap ke pusat . Karena tujuan utama kita bukan utk mengamankan tes selanjutnya akan tetapi kita bisa di SK kan sekarang. Mumpung masih ada waktu sanggah. Dan jg bapak ibu sebenarnya pemda jg bicara kalau kita akan diberikan kuota sekarang. Saya yakin akan menerima dengan lapang dada karena faktanya pemda bnyak beri arahan…,” ucap D

Baca Juga :  Tak Lagi Menjabat, Diduga Mobil Dinas Ketua DPRD Batanghari Tahun Lalu Masih di Pakai

“Tunggu arahan tmn2 Koordinator pusat, scptnya akan disampaikan kpd koordinator wilayah msg2, apa sj yg hrus dilaksankan, smtra doakan kami dulu bpk/ibu..mkin bnyk asumsi & pndpt smkin bagus, tp jd tidak fokus..ttp 1 Komando *Batalkan Pembatalan atau jaminan pasti dr pembuat regulasi bahwa 3.043 Guru korban pembatalan ini ditempatkan semua,tanpa tersisa* Terimakasih🙏🏻,” kata TH.

Sehari sebelumnya, Dewi P yang ditunjuk secara aklamasi sebagai Ketua Umum 3.043 PPPK Guru yang dibatalkan, menemui Maret, panggilan akrab Ketua Umum Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP).

Didampingi rekan seperjuangannya, Dewi beberkan kronologi kejadian yang mereka alami.

“Kami sudah melakukan segala upaya, audensi dengan Pengurus Besar PGRI, audensi ketemu langsung dengan ibu Nunuk. Kami sangat menderita dan tidak sangka atas kejadian ini,” bebernya penuh kesedihan.

Baca Juga :  LSP Pers Indonesia Buka Pendaftaran SKW dan UKW

Demikian dengan Mintaku Sembiring, tidak lagi menjabat sebagai Kepala Sekolah di salah satu sekolah swasta di Jakarta demi menunggu penempatan.

“Bayangkan lah pak. Saya diminta Yayasan untuk mundur dari Jabatan Kepala Sekolah ketika mengetahui saya ikut serta sebagai pelamar P1. Saya jadi guru biasa sekarang. Dan bahkan tidak diberikan jam sama sekali,” tangis ibu ini.

Mendengar keluhan tersebut, Maret berjanji akan membantu dan meneruskan permasalahan tersebut ke Istana.

“Saya sudah pertanyakan hal ini kepada Irjen Kementerian. Dijawab dari jawaban ibu Nunuk yang diteruskan ke saya,” terang Maret sembari memperlihatkan isi chat WA yang dimaksud.

Setelah membaca isi WA, Maret pun menjabarkan langkah-langkah persiapan buat Dewi dan rekan-rekannya.

“Kita kan bawa permasalahan ini hingga ke istana sekalipun,” tutupnya.
Bersambung.. (Simare/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

juara303 indopromax judi bola sabung ayam online judi bola judi bola sabung ayam online judi bola sabung ayam online sabung ayam online Bnri judi bola sabung ayam sabung ayam sabung ayam