Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Headline NewsPekalongan

Peternak dan Masyarakat Tidak Perlu Panik terkait PMK

×

Peternak dan Masyarakat Tidak Perlu Panik terkait PMK

Sebarkan artikel ini

Arif Rahman meminta agar peternak tidak panik jika hewan ternaknya mengalami gejala PMK seperti adanya air liur yang keluar berlebihan dari mulut hewan akibat adanya luka pada gusi dan lidah serta adanya lesi atau luka melepuh pada belahan kuku hewan ternak.

“Jangan panik jika hewan tidak mau makan dalam 2 hingga 3 hari. Peternak bisa memberikan vitamin dan mineral, memberikan minum pada ternak, agar dapat memperbaharui luka. Semprot kaki ternak dengan desinfektan. Karantina ternak, jangan dibawa ke mana-mana dulu jika hewan mengalami gejala PMK. Ternak akan sembuh ketika imunnya pulih biasanya akan sembuh dalam waktu 10 hari,” terangnya.

Baca Juga :  Bupati Pakpak Bharat Ikuti Rakor Percepatan Realisasi APBD Tahun 2025

Arif juga meminta agar peternak melaporkan pada pihaknya jika hewan mengalami gejala PMK. Lebih lanjut dikatakan, masyarakat juga tidak perlu takut untuk mengkonsumsi daging sapi. Karena, PMK, bukan zoonosis.

Baca Juga :  Nasan Adi Saputra Siap Melanjutkan Anggota BPD Desa Jejalen Jaya Kecamatan Tambun Utara

“Sejauh ini tidak ditemukan yang menular pada manusia. Apalagi setelah sapi disembelih atau dipotong,” kata Arif.

Baca Juga :  Open house pemkab Toba Wujudkan 3 Fokus Pembangunan dan Zero Kekerasan Seksual Resolusi 2025.

PMK, kata Arif juga dapat menjangkit hewan ternak berkuku belah lainnya seperti kerbau, kambing, domba, dan babi. Namun, sejauh ini, lanjutnya, belum ditemukan kasus PMK pada hewan-hewan tersebut di Kabupaten Pekalongan. (Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses