Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Headline NewsPekalongan

Peternak dan Masyarakat Tidak Perlu Panik terkait PMK

×

Peternak dan Masyarakat Tidak Perlu Panik terkait PMK

Sebarkan artikel ini

Rakor dihadiri Sekda Kabupaten Pekalongan, Kapolres Pekalongan, perwakilan Kodim 0710 Pekalongan serta jajarannya, Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, Badan Inteligen Negara Daerah (BINDa) Kabupaten Pekalongan, Kepala OPD terkait, para camat, PMI Kabupaten Pekalongan, dan Kepala UPT Rumah Potong Hewan.

Berkaitan dengan upaya penanganan penyebaran PMK, wabup juga meminta agar dibentuk Gugus Tugas yang melibatkan unsur Pemkab Pekalongan, Polres Pekalongan dan Kodim 0710 Pekalongan dan stakeholder yang lain.

Baca Juga :  Tingkatkan Sinergitas, Kalapas Banda Aceh Bahas Keamanan dengan Kapolresta Banda Aceh.

Sementara itu, untuk percepatan vaksinasi Covid-19, menurut Wabup perlu disediakan layanan vaksinasi di setiap kegiatan yang mengundang massa.

“Jika ada kegiatan yang sifatnya mobilisasi massa, seperti olah raga, pengajian dan kegiatan lainnya, bisa dibangun gerai vaksinasi. Para pengunjung juga harus menerapkan protokol kesehatan,” ucap wabup.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Yudhi Himawan, ST,, M.Sc,, MT, mengatakan, pihaknya saat ini tengah menyusun draf Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Penyebaran PMK.

Baca Juga :  Ketua KPU Humbahas Buka Acara Sosialisasi dan Alokasi Kursi DPRD Pemilu 2024

“Kami beserta tim dalam gugus tugas dengan memanfaatkan sumber daya yang ada termasuk penyuluh pertanian di wilayah kecamatan akan meningkatkan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat khususnya peternak terkait PMK dan tata kelolanya sehingga tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat dan potensi penyebaran PMK di hewan ternak bisa diminimalisir,” ujar Yudhi.

 

Dari Luar Daerah Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP, drh. Arif Rahman menjelaskan, awalnya PMK ditemukan pada 19 ekor sapi di Desa Dadirejo, Kecamatan Tirto dan Desa Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni.

Baca Juga :  Wabup Pakpak Bharat Hadiri Paripurna DPRD Menyampaikan Pidato Nota Pengantar LKPJ Tahun 2024

“Dari sebelas sampel yang diperiksa positif,” kata Arif.

Belakangan, kasus baru dilaporkan dari wilayah Kecamatan Talun, sebanyak 7 ekor sapi. Ternak berasal dari luar daerah yang masuk ke wilayah Kabupaten Pekalongan dalam satu bulan terakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

sabung ayam online sabung ayam online sabung ayam online sabung ayam online sv388 judi bola sv388 sv388 live casino online sv388 sbobet88 mix parlay