Simpang Siur Hasil Test Corona, Bupati Taput Minta Penjelasan

Taput, PostKeadilan – Adanya simpang siur hasil rapid test pemeriksaan warganya, Bupati Tapanuli Utara (Taput) Nikson Nababan minta penjelasan resmi dari Litbangkes Jakarta.

Pasalnya, menurut Litbangkes Jakarta, dari hasil rapid test terhadap 222 warga Taput, terdapat 48 orang yang hasilnya reaktif (+). Yaitu 45 orang petugas RSUD Tarutung dan 3 orang petugas Puskesmas Habinsaran. Sedangkan selebihnya atau 174 orang dinyatakan non reaktif. Namun pemeriksaan Dinkes Propsu ke Laboratorium RS USU, hasil negatif.

Bacaan Lainnya

“Perbedaan swap, kita minta swap ulang lagi ke RS Pirngadi dan RS USU. Litbangkes pusat juga kita minta penjelasan soal perbedaan itu,” terang Bupati kepada PostKeadilan, Selasa (28/4/2020) pagi.

Hal ini berawal TS dinyatakan positif terpapar virus corona (Covid-19). Berdasarkan swab test dari Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Jakarta, ratusan warga Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) yang pernah kontak dengan TS tersebut langsung menjalani rapid test di RSUD Tarutung dan Dinas Kesehatan Taput.

“Sebanyak 48 orang yang pernah berhubungan dekat dengan TS, hasil rapid testnya reaktif (+). Ini sudah diisolasi. Ada yang di rumah sakit dan ada yang isolasi di rumah,” beber Sekda Taput, Indra Simaremare, Senin (27/4/2020).

Kata Indra, hasil rapid test virus corona hanya digunakan sebagai skrining. “Rapid test digunakan hanya sebagai skrining atau penyaringan awal, dan untuk mendiagnosis seseorang terinfeksi Covid-19 adalah hasil pemeriksaan swab,” ungkapnya.

Dijabarkan Indra kronologis pemeriksaan hasil swab test Covid-19 atas nama pasien TS beralamat di Sipoholon dan orang-orang yang pernah dekat TS.

“Perlu kami sampaikan bahwa tanggal 15 April 2020 telah diambil sampel untuk swab test 1 yang dikirim Dinkes Provsu ke Litbangkes Jakarta, diterima Litbangkes pada tanggal 17 April 2020. Kesimpulan sementara hasil swab test terhadap sampel pertama yang dikeluarkan Litbangkes Jakarta hasil swabnya positif,” bebernya.

Ia (Indra) akui ada perbedaan hasil swab test yang dilakukan oleh Litbangkes Jakarta dengan hasil pemeriksaan swab test yang dikeluarkan oleh laboratorium Rumah Sakit USU.

“Pengambilan sample kedua untuk swab test dilakukan tanggal 18 April 2020 dikirim Dinkes Provsu ke Laboratorium Rumah Sakit USU tanggal 19 April 2020 dan hasilnya diterima Dinkes Propsu pada tanggal 21 April 2020 dengan hasil negatif,” tegasnya.

Oleh sebab itulah Bupati Nikson meradang, meminta penjelasan resmi kepada Litbangkes Jakarta. “Apa yang disampaikan jubir (Sekda Taput) Covid itu betul. Kita minta penjelasan soal perbedaan itu,” tukasnya.

Disisi lain, Bupati Nikson berharap warganya tidak panik dan resah atas hasil test itu. “Tolong tetap patuh, taat kepada anjuran pemerintah. Termasuk tempat-tempat ibadah tanpa terkecuali,” himbaunya. (R-01/Arman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.