Suntikan Di Cairan Infus Berujung Maut, RSUD DR Ferdinand Lumbantobing Sibolga Diduga Lakukan Malpraktek

,Sibolga – Post Keadilan Duka mendalam masih dirasakan oleh pihak keluarga korban atas meninggalnya pasien Rumah Sakit Umum Daerah DR Ferdinand Lumbantobing Sibolga, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara yang bernama Gisen Rezeki Pratama Pasaribu Bondar yang diduga meninggal dunia akibat malpraktek yang dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah DR Ferdinand Lumbantobing Sibolga, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Berawal dari postingan dimedia sosial facebook milik salah satu pihak keluarga korban yang bernama Romi Kebaya Dressmaker, pada hari Sabtu, 22/6/2019 sekitar jam 18.47 Wib menulis dalam linimasanya ” Ini lah bere kami, Gisen Kazuya Pasaribu,2 hari setelah operasi sudah sehat, tapi setelah makan obat dan di beri suntikan ke infus 1 menit langsung dia bilang pusing sm mamaknya dan kejang2 4 x dan langsung meninggal, ini lah prosesnya, dan langsung membiru, otomatis eda q menjerit jerit dan mohon2 sama dokternya dan memaki maki perawat yg sangat sombong,karna sebelum di suntik kata eda q jutek x perawatnya karna 3 x di panggil selama dalam 2 jam sebelum kejadian itu,
Jadi kami mohon untuk pemerintah Tapteng tolong pehatiannya untuk kami masyarakat kecil ini yg jadi korban karna kelalayan pihak rumah sakit Umum FERDINAN LUMBANTOBING SIBOLGA,dan untuk memproses ini dgn baik.
Kami keluarga Marbun dan Pasaribu, sangat sedih dgn kejadian ini.”. Selanjutnya awak media Post Keadilan melakukan konfirmasi melalui telepon messenger dan dilanjutkan via telepon dan whatsapp.

Menurut informasi yang disampaikan oleh salah satu pihak keluarga korban ini, bahwa korban sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah DR Ferdinand Lumbantobing Sibolga, Tapanuli tengah, pada hari Rabu,19/6/2019 sekitar jam 08.00 Wib dilakukan tindakan operasi karena korban didiagnosa menderita penyakit hernia (turun berok), setelah dilakukan tindakan operasi kondisi korban pasien Gisen mulai membaik terlihat dalam foto postingan facebook Romi Kebaya Dressmaker pasca dioperasi. Namun, keesokan harinya pada hari Kamis, 20/6/2019 setelah korban makan sore kira-kira jam enam sore perawat berinisial RS datang memberikan obat untuk diminum korban pasien Gisen dan menyuntikkan cairan ke botol infus yang saat itu terpasang ditangan korban, tiba-tiba selang waktu satu menit korban mengatakan ke mama nya, mamak aku pusing, “ujar korban pasien Gisen dan tak lama langsung kejang-kejang 4 kali dan meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

Hasil pantauan awak media Post Keadilan di facebook Romi Kebaya Dressmaker sampai berita ini dimuat sudah mencapai 558 like dan ratusan komentar dari nitizen, beragam komentar nitizen muncul di linimasa postingan facebook Romy Kebaya Dressmaker atas meninggalnya korban pasien Gisen Rezeki Pratama Pasaribu Bondar, apakah ada dugaan malpraktek yang dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah DR Ferdinand Lumbantobing Sibolga, yang beralamat di Jl. DR. F.L.Tobing, Kota Beringin, Sibolga Kota, Kota Sibolga, Sumatera Utara.
Seperti beberapa komentar yang awak media Post Keadilan himpun dan disampaikan netizen dipostingan Romi Kebaya Dressmaker,
“Saran saya, ada baiknya jenajah di autopsi biar tau obat apa yg di suntikan melalui infus itu. Takutnya dari pihak RS ntah nya udah di buang botol obat yg disuntik ke infus itu” Lastriana Sihombink Lastriana

“Sepertinya penggunaan obat yg salah….
Krn kulit biru seperti lebam2 terbakar…
Ini bisa diliat dari rekam medis obat apa yg diberikan perawat waktu sebelum kejadian dan dicocokkan ke penyakitnya….
Buat keluarga bisa minta cek semua rekam medis dr pihak rs krn direkam medis itulah semua tindakan ataupun nama2 obat ditulis…
Turut berduka cita dan buat keluarga semoga tabah dan sabar” Dhea Angel.

“Ahk klo RS itu mah kelewatan Sombong2 nya” Aty Pasaribu.

“Kami mhon untuk pemerintah kami.tlg di perbaiki pelayanan rs apalagi di daerah sumut.kebanyakan mereka msih main2dgn nyawa.kalau keluarga pasien manggil dokter atau perawat;mereka selalu cuek.kalau sudah sekarat baru mereka buru2ambil semua perlengkapan.apakah krna kita pasien bpjs.kan bpjs juga byr.apakah nyawa pasien bpjs berbeda dgn nyawa orang berkelas atau kaya.dimana hati nurani” Marlina Simarmata.

Menurut Romy boru Simbolon bahwa pihak Rumah Sakit Umum Ferdinan Lumbantobing, Sibolga akan datang melayat dan menyampaikan belasungkawa, namun sampai saat ini tidak ada yang datang, “ujarnya yang disampaikan kepada awak media Post Keadilan lewat pesan whatsapp.

Dalam hal ini perlu perhatian serius dari pemerintah daerah Sibolga dan Sumatera Utara serta pemerintah pusat, jika benar dugaan malpraktek ini dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Umum Ferdinan Lumbantobing Sibolga, maka pihak pemerintah harus segera mencabut ijinnya dan pihak kepolisian memproses oknum-oknum yang terlibat mengakibatkan meninggalnya pasien korban Gisen Rezeki Pratama Pasaribu Bondar. * ( Paulus )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.