
Jabar, PostKeadilan – Angin segar akhirnya menghampiri para guru Sekolah Maung di Jawa Barat (Jabar). Pasalnya, DPRD turun tangan langsung lakukan teguran keras.
Berita sebelumnya, (baca: Balada Guru Sekolah Maung Keluhkan Sertifikasi Tertahan 5 Bulan?) tunjangan Profesi Guru (TPG) atau dana sertifikasi yang sempat tertahan selama lima bulan terakhir dikeluhkan seorang guru yang mengajar pada Sekolah Maung.
Namun persoalan itu dipastikan akan cair pada bulan November 2026 ini. Demikian dikatakan anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Maulana Yusuf, di sela-sela Kunjungan Kerja (Kunker) Pansus 14 ke SMAN 1 Bekasi Kota, Rabu (4/11/2026).
Maulana mengakui bahwa penundaan pencairan sertifikasi tersebut telah menjadi sorotan utama Komisi V.
Ia bahkan telah melayangkan protes dan teguran keras kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat terkait nasib para pendidik Sekolah Maung.
“Udah denger keluhan itu, dan yang pertama protes itu saya. Saya menegur keras ke Dinas Pendidikan. Lihat di media sosial saya, yang pertama kali protes itu saya,” ungkap Maulana kepada awak media.

Maulana menjelaskan, tertahannya dana sertifikasi guru ini murni disebabkan oleh permasalahan sistem administrasi (Dapodik) di pusat yang tidak bisa membaca perubahan kebijakan di daerah.
Seperti diketahui, Program Sekolah Maung yang bersifat istimewa memberlakukan penurunan batas minimum jumlah siswa per rombongan belajar (rombel), yakni 32 siswa.
Sementara standar nasional mensyaratkan minimal 36 siswa per rombel, buat guru penerima Sertifikasi.
“Karena ada penurunan jumlah minimum per rombel itu, secara sistem di pusat tidak terdeteksi. Sehingga (guru) Sekolah Maung ini masih dianggap belum ada proses belajar mengajar. Itu permasalahan di awal, akibat sistem penurunan kuota siswa,” jelasnya.
Namun, berkat dorongan kuat dari DPRD ke Disdik dan Kementerian, permasalahan sinkronisasi data tersebut kini terselesaikan.
“Insya Allah perkembangan hari ini kita tinggal menunggu pencairan. Karena dua proses aktivasi, yakni dari Dapodik Kementerian Pendidikan sudah selesai. Insya Allah, saya pastikan akan keluar, bulan ini (cair),” kata Maulana memberikan jaminan.
Maulana juga memastikan bahwa kejadian serupa tidak akan terulang lagi di tahun-tahun berikutnya.
“Tahun depan enggak ada lagi masalah seperti ini. Ini murni kendala sistem di awal masa transisi kebijakan,” tutupnya.
(Simare)













