Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Headline Newskabar jabar

Puluhan Tahun Bendungan Barugbug Tercemar Limbah PT. Sri Turut Prihatin Ini Adalah Masalah Jawa Barat

×

Puluhan Tahun Bendungan Barugbug Tercemar Limbah PT. Sri Turut Prihatin Ini Adalah Masalah Jawa Barat

Sebarkan artikel ini

Jabar Karawang, Postkeadilan – Anggota Fraksi Golkar, DPRD Provinsi Jawa Barat, Sri Rahayu Agustina memantau kondisi Bendungan Barugbug, Desa Situdam, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Minggu (15/9/2019).

Menurut informasi dari Forum Situdam Barugbug (Fordam. B), bendungan ini telah puluhan tahun tercemar limbah pabrik dari Kabupaten Purwakarta dan Subang. Ada 7 pabrik yang mencemari, yaitu, tiga pabrik dari Subang dan empat pabrik dari Purwakarta.

Sri mengaku, pencemaran Bendungan Barugbug ini sudah menjadi masalah Jawa Barat, karena Aliran ini sudah melibatkan 3 kabupaten.

Baca Juga :  Perusahaan Pers Harus Mendapat Ijin DP. FPII : Kredibilitas Ketua Dewan Pers Wajib Dipertanyakan

Untuk itu, ia akan mencoba melibatkan FKPDAS dan DPRD Kabupaten Karawang, Subang dan Purwakarta, serta DPRD Provinsi dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Provinsi Jawa Barat untuk bisa menyelesaikan permasalahan ini hingga benar-benar tuntas.

“Saya akan meminta DPRD Kabupaten Karawang, Purwakarta dan Subang untuk Mengurus masalah masyarakat ini. Saya juga akan bawa ini ke DLHK Provinsi hingga ke kementrian,” Tegas Sri.

Baca Juga :  Martahan Panjaitan Ikuti Rapat FGD Penerapan Lima Hari Sekolah di Medan

Dikatakan, melihat kondisi pencemaran Bendungan Barugbug saat ini sudah semakin miris. Apalagi dia mengetahui adanya lima keluarga di Desa Situdam yang masih memanfaatkan air dari Bendungan Barugbug untuk kebutuhan rumah tangga.

“Masyarakat butuh air yang bersih. Bahkan ada lima keluarga yang memanfaatkan air Barugbug ini untuk kebutuhan rumah tangga. Belum lagi petani di sekitar Barugbug dan Cilamaya yang memanfaatkan air ini untuk kebutuhan sawah,” tegasnya.

Baca Juga :  Kepala SMP Negeri SMP Negeri 9 Tambun Selatan Mengucapkan Selamat Ulang Tahun PostKeadilan yg ke-1 (Dekade)

Warga Kampung Cipancung, Desa Tegalwaru, Cilamaya Wetan, Eno, mengaku sangat terganggu dengan pencemaran sungai tersebut. Bukan cuma soal bau yang menyengat, dampak pencemaran sudah mempengaruhi air bawah tanah yang disedot melalui pompa.

“Air pompa juga jadi bau, gak bisa untuk dikonsumsi. Untuk cuci perabot dapur saja berbekas. Untuk minum dan masak saya harus beli,” Terang Eno.,”PK,,(Jon/ Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

sabung ayam online judi bola online juara303 login Kreis 17 - Iserlohn juara303 sbobet88 mahjong ways judi bola judi bola juara303 juara303 slot thailand live casino