Bunda Naumi, Kornas TRC PA Geram Dengan Gaya Bahasa Menteri Sosial, Seolah Sepelekan Rakyat

Poatkeadilan SURABAYA, Seorang pejabat negara sepatutnya bisa mengayomi dan memberikan tauladan bagi masyarakat. Apalagi sekelas Menteri yang notabene pejabat Negara di tingkat Nasional.

Seperti pernyataan Menteri Sosial Juliari P. Batubara dalam group WhatsApp, saat komentari pernyataan seorang ibu di Nusa Tenggara Timur menolak bantuan pemerintah berupa beras dan telor, seperti dalam record video berdurasi 2 menit, 10 detik yang viral di group – group WatsApp.

Bacaan Lainnya

Berikut kutipan komentar Juliari “Luar biasa!!!, Di saat orang lain Teriak – Teriak.. Ramai Mempermasalahkan Pembagian Sembako, Ibu Ini Malah Menolak Bantuan Sembako Dari Pemerintah”, #KemensosHadir, Menteri Sosial Juliari P. Batubara, Ibu Alor NTT”.

Menanggapi pernyataan Menteri Sosial, Ketua Koordinator Nasional (Kornas) Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRC PA) Bunda Naumi naik pitam, seolah masyarakat kurang mampu di pandang sebelah mata, jangan salah, seberapapun besar uang yang di gelontorkan kepada masyarakat saat ini, uang masyarakat sendiri, bukan tabungan pak Menteri Sosial. “Wajar rakyat “Teriak-Teriak” yang tidak punya kebun dan pekerjaan dimasa corona ini”,. Kecewa Naumi.

Yang menyampaikan pembicaraan terkait bantuan juga tidak tepat, lebih – lebih seorang menteri kok komentarnya menyepelekan masyarakat.

Masyarakat sekarang kritis, bukan bodoh lagi, mungkin dengan kata-kata yang santun dan lebih bijak akan memberikan tauladan kepada masyarakat.

Silahkan buat kritikan dengan narasi pembanding yang lebih tepat sehingga sang menteri tidak permalukan rakyatnya sendiri yang memang berhak menerima bantuan dengan kata “Teriak – Teriak, Ramai…..,dll”.

Wajar rakyat teriak karena diminta diam di rumah, kurangi aktiviats di luar rumah untuk memutus rantai penyebaran corona. Semua aktivitas di batasi yang artinya pemerintah wajib penuhi kebutuhan dasar pangan rakyat selama pademik corona saat di lakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Seharusnya agar rakyat Teriak, mensos lebih duluan memahami kondisi masyarakat, dan salurkan bantuan lebih awal, Masak nungguu rakyat kelaparan baru mau bantu, artinya mensos tidak peka akan penderitaan rakyat.

Sumber : TRC PA
Editor : Bagus

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.