Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
BogorHeadline Newspendidikan

Dosen Sekolah Vokasi IPB University Latih Santri Pondok Pesantren Buat Biopori dan Kompos

×

Dosen Sekolah Vokasi IPB University Latih Santri Pondok Pesantren Buat Biopori dan Kompos

Sebarkan artikel ini

Postkeadilan, Bogor. Dosen Sekolah Vokasi IPB University mengunjungi Pesantren Thoyyibah Al-Islami, Bogor. Kunjungan ini termasuk dalam kegiatan Dosen Mengabdi untuk melatih santri putra dalam mengelola sampah organik di lingkungan pondok pesantren.

Dosen Sekolah Vokasi IPB University yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Ika Resmeiliana, SHut, MSi dari Program Studi Analisis Kimia (KIM), Yudith Vega Paramitadevi, ST, MSi dari Program Studi Teknik Lingkungan dan Manajemen (LNK), Fany Apriliani, SE, MT dari Program Studi Manajemen Industri (MNI), dan drh Henny Endah Anggraeni, MSc dari Program Studi Paramedik Veteriner (PVT).

Baca Juga :  Alasan Pinjam Pakai, Mantan Ketua Dewan Batanghari Belum Kembalikan Kendaraan Dinas

Dalam pengelolaan sampah, Ika Resmeiliana menjelaskan tentang 3AH, yaitu Cegah, Pilah, dan Olah. Sampah terklasifikasi atas sampah organik dan anorganik. “Penanganan sampah anorganik dapat dilakukan dengan cara menyalurkan sampah melalui bank sampah, sedekah sampah dan untuk daur ulang. Sedangkan penanganan sampah organik, para santri dapat mengubur, menjadikan campuran untuk pakan ternak, membuat biopori dan komposter,” tegas Ika.

Baca Juga :  Komunitas Seni Budaya Kab. Bekasi Deklarasi Dukung Susi Pujiastuti Calon Presiden 2024

Dalam kegiatan ini, para santri dan pengurus pesantren melakukan praktik membuat biopori di area halaman pesantren, dengan kedalaman ideal 90 cm, diameter lubang sekitar 20 cm, serta jarak antar Biopori sekitar 0,5 – 1 m. Lubang Biopori dapat diisi dengan sampah organik, seperti sampah dedaunan hingga sampah dapur domestik.

Baca Juga :  Ketua LSM Puskokatara Datangi Kejagung RI Melaporkan Dana DAK 2022/ 2023 Di Kabupaten Lahat

“Biopori bermanfaat mengurangi sampah organik, menyuburkan tanah dan memperbesar daya tampung tanah terhadap air hujan. Tujuannya adalah untuk mengurangi limpahan air tanah turun ke sungai dan membantu mencegah banjir,” pungkas Ika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

sabung ayam online judi bola online juara303 login juara303 Kreis 17 - Iserlohn juara303 sbobet88 mahjong ways judi bola judi bola judi bola juara303 juara303