banner 728x250

DRAINASE JALAN BADAMI LOJI BURUK


Karawang, Post Keadilan – Akibat buruknya regulasi drainase di wilayah Kampung Rawa Domba, Desa Wanajaya, begitu diguyur hujan langsung banjir. Padahal hujan hanya berlangsung selama kurang dari satu jam.

Pantauan Post Keadilan, Jumat (15/4) itu, genangan air sekitar 20 centimeter hampir menutup seluruh badan jalan utama Badami-Loji.

Puluhan kendaraan yang melintas terpaksa memperlambat laju kendaraannya karena khawatir terjebak dalam jalan berlubang yang tidak terlihat karena tertutup genangan.

Kondisi itu terjadi akibat buruknya drainase yang ada di sepanjang jalan itu. Bahkan di beberapa titik drainase mengalami penyempitan ditambah rabat beton jalan yang makin tinggi pun menambah persoalan selain sampah yang menyumbat aliran air.

Toto (42) Warga sekitar Jalan Badami Loji mengatakan genangan drainase di jalan hampir dua bulan terjadi. Diakui bahwa regulasi drainase mengalami penyempitan selain ada warga yang tengah membangun rumah dan salurannya pun terhalang tanah juga sampah pun salah satu penyebab.

“Hingga kini belum ada solusi dan pemerintah desa pun memang belum ada instruksi akan mengadakan kerja bakti guna membersihkan sampah,” katanya.

Ramdhani (34) juga warga setempat menambahkan jika selain regulasi drainase yang tidak bergerak dengan baik juga, ketinggian dataran wilayah pun atas hingga di wilayah rawa domba cekung, karuan saja genangan air dengan mudah terjadi.

Dirinya pun berharap ada kekompakan dengan melakukan kerja bhakti agar bisa ada solusi hingga regulasi drainasee bisa berjalan dengan baik. “Harapan saya bisa mengadakan kerja bakti supaya jalan tidak lagi tergenang air dari drainase dan jalan tidak mudah rusak. Memang kalau kemarau aman-aman saja tapi kalau hujan satu jam saja langsung banjir,” ucapnya.

Baca Juga :  Razia Tempat Hiburan, Belasan PL Di Duga Komsumsi Narkoba Di Geledang Polisi

Dia mengingatkan pengendara supaya mewasdai bagian-bagian jalan rusak rawan kencelakaan.

Sementara Firdaus (26) juga warga disepanjang jalan Badami Loji menerangkan jika persoalan itu memang membuat warga resah. Namun hingga kini berharap ada pengerukan saluran drainase agar tidak lagi menjadi persoalan air mudah tergenang di jalan utama karena bisa membuat jalan rusak.
Dirinya pun tidak menampik sebagia warga juga ada yang membuang sampah di saluran itu. “Kesadaran masyarakat juga terkadang kurang. Kalau sudah seperti itu memang menjadi masalah bagi semuanya dan terutama bagi pengguna jalan juga supaya bisa terselesaikan. Maka saya harap semua stageholder sinergis agar bisa dicarikan jalan keluarnya,” pungkasnya. ( P. Purba )

2 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Peringatan: Pemilihan konten dinonaktifkan!!