Halal bihalal Bupati M.Fadhil arief dengan sanak sumendo

Postkeadilan. Batang Hari – Dalam acara halal bihalal antara Masyarakat yang terdiri dari lembaga adat dan sanak sumendo , di dalam hal ini pula Bupati MFA menyampaikan dalam pidatonya 12/ 5/22 .

Bupati menyampaikan potret keadaan saat ini, ” dan beberapa waktu yang lalu kebetulan saya matan pegawai negeri tidak begitu ahli di bidang politik kebetulan saya punya kawan yang sudah ahli di bidang politik.”

Bacaan Lainnya

” Secara Nasional karena dia sudah menangani 207 pilkada yang ada di indonesia ini, dan saya minta tolong merancang dengan keadaan Batang Hari yang saat ini, maka saya tidak bisa menjanjikan sesuatu yang akan pasti saya ingkari , yang pertama apa ngangkat orang pegawai yang nulung saya baik sengaja ataupun dak sengaja.”

“Pasti tidak bisa kita penuhi saya sudah pengalaman di empat kali pilkada di Batang Hari , kemungkin yang pertama dia tidak sesuai keahlian dan keinginan degan tempat yang di inginkannya , kemungkinan yang kedua dia terlalu besar harapannya sehingga tidak sesuai dengan makannanya makanannya sebesar jagung dia mau makan sebesar duren.” ujar Bupati .

” Itu tidak baik ,apabila ini kita lakukan kita akan baik pada satu orang atau satu kelurga kita akan mendzolimi ratusan orang bahkan ribuan orang, karna dia tidak bisa berkerja dengan baik , hal yang selanjutnya benar kata pak ning patahudin tadi itu kan ada pak usman talib di situ , tim relawan Fadhil Bahktiar hampir tujuh ribu , apa bila satu orang kita beri jatah satu maka hampir tujuh ribu PTT yang harus kita bayar perbulan hampir sembilan milyar yang hurus kita keluarkan setiap bulan di kalikan setahun berarti hampir saratus milyar uang Batang Hari habis untuk gaji PTT saja,”  kata Bupati.

” Sudah pasti tidak bisa bergerak di pembangunan lainnya ujarnya , dengan konsep perubahan di ajarkan oleh Nabi kita Muhammad Sw , apa bila kita mau merobah sesuatu orang yang selama ini yang membuat dia nikmat dan nyaman kita robah pasti dia melawan , dan merontak , tapi itulah kata pak ning patahudin tadi kita harus istiqomah .”

” Dia memerontak kita jalan terus tinggal hasil akhirnya bagai mana baik atau tidak , pegawai memerotak guru memerontak karna dia biasa kerja gaya dia , masih banyak pegawai bertanya kami pak tidak keluar TPP nya , kan sudah kita sampaikan tambahan pengasilan itu bukan hak tapi terkait sesuatu nilai kinerja silakan buat laporanya kalau dia tidak buat tidak bekerja dengan baik ya tidak di bayarkan itu sudah aturanya tapi yang di sampaikannya pasti berbeda .” jelas Fadhil .

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.