oleh

Istri Kades Hilisawato Kec,Aramo Diduga Fasilitasi Pungli Dana BST Melalui Kadus.

Nias Selatan, (sit duha) Postkeadilan.com – Beberapa oknum Kepala Desa di Nias Selatan melalui aparatnya masih saja ada yang nekat melakukan tindakan Pungutan liar (Pungli) dari sejumlah uang bantuan dengan berbagai modus hanya untuk kepentingan pribadi maupun kelompoknya. Hal ini disampaikan oleh beberapa warga Desa Hilisawato yang merasa sangat dirugikan.

Pegiat LSM Fortaran Kabupaten Nias selatan (Nisel), Faigiziduhu Laia menyesalkan tindakan oknum Pemerintahan Desa yang diduga diperalat oleh Kades Hilisawato An.Norododo Buulolo, telah memotong uang Bantuan Sosial Tunai (BST) warganya yang difasilitasi oleh istri Kades dan disetorkan melalui salah seorang Kepala Dusun sebagai bagian dari aparat desa.

banner 400x130 banner 400x130 banner 400x130

Sesuai keterangan video yang diperoleh, bahwa khusus penerimaan Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk periode April – Juni yang seharusnya Rp 1.800.000,- tetapi yang diterima warga hanya Rp 1.000.000 – Keluarga penerima Manfaat (KPM) uang pungli tersebut disetorkan melalui Kepala Dusun 1, An.Taha’aro Buulolo. Sementara penerimaan periode Juli – September yang seharusnya sebesar Rp 900.000,- yang diterima hanya Rp 600.000,- per KPM. Saat dipertanyakan oleh masyarakat, modusnya adalah setoran untuk pihak Kecamatan dan pihak penegak hukum sebagai keamanan.

Kepala Desa Hilisawato yang diduga merekayasa sejumlah Keluara Penerima Manfaat (KPM) yang sudah tetdaftar melalui program PKH, BNPT, BLT, dikondisikan sebagai penerima BST, seperti anak kandungnya sediri, Sitefanus Buulolo dan Romanus Buulolo. Kejadian ini sungguh sangat luar biasa.

Kepala Desa Hili Sawato, Kecamatan Aramo An.Norododo Buulolo ketika beberapa wartawan berusaha meminta tanggapannya dengan mendatangin rumah atau kantornya di Desa Hilisawato, tapi sayang, Kades/Norododo Buulolo Tidak merespon, atau menghindar kepada wartawan, sekalipun anaknya berulang kali menelfonnya, namun Norododo mengatakan, saya lagi sibuk, saya lama lagi suruh para wartawan itu jangan menunggu saya.

Diduga manipulasi data pun Kades lakukan. Salah seorang KPM, Fakhoiziduhu Laia alias Ama Butet yang diduga sebagai warga Desa Aramo (sesuai alamat KTP), karena win-win solution dipaksakan sebagai KPM di desa yang dipimpin oleh Kades Hilisawato.

Masyarakat sangat …………………….

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed