Perkara ‘Menghamili Tidak Bertanggung Jawab. Hakim Kabulkan Gugatan,Tergugat Ajukan Banding

- Penulis

Sabtu, 20 Juli 2019 - 22:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi, PostKeadilan – Sidang gugatan perkara ‘Menghamili Tidak Bertanggung Jawab’, bahwa tuntutan atau gugatan Jayanti Purnama Sari (JPS) terhdap para tergugat yang dikabulkan Majelis Hakim perkara perdata no. 456 PN Bekasi.
Namun pihak tergugat I, Ferdinando Simatupang (FS) yang menghamili JPS, tergugat II, Madihon Simatupang (Orang tua dari Ferdinando Simatupang), melalui kuasa hukumnya mengajukan banding.
Seperti diketahui, hingga melahirkan sang bayi (kini sudah alm), FS tidak bertanggung jawab atas perbuatannya itu (baca edisi 34: Hingga Bayi Meninggal, Sang Ayah Tidak Bersedia ‘Bertanggung Jawab?). Ketua Majelis Hakim perkara, Abdul Rofik SH, MH akhirnya mengetuk palu kabulkan gugatan, Kamis (9/5/2019).
Putusan Majelis Hakim waktu itu dihadiri Kuasa Hukum penggugat, Antoni Sitanggang SH, penggugat JPS bersama kedua orang tuanya. Sementara dari pihak tergugat yang hadir hanyalah Kuasa Hukum tergugat, Lisdon Gultom SH. Tergugat I, FS dan tergugat II, Madihon Simatupang tidak terlihat batang hidungnya dalam sidang pembacaan putusan tersebut.
“Dia (Ferdinando Simatupang sebagai tergugat I) tidak pernah hadir sekali pun dalam persidangan. Minggu lalu tak hadir, hari ini pun pihak tergugat tidak hadir,” sebut Kuasa Hukum penggugat (JPS), Antoni Sitanggang, SH.
Sekitar sebulan kemudian pasca putusan, Antoni sebut pihak tergugat ajukan banding. Kepada awak media ini, Antoni perlihatkan Surat berkop PENGADILAN NEGERI BEKASI mengenai Relaas Pemberitahuan Memeriksa Berkas (Inzage) Nomor: 456/Pdt.G/2018/PN Bks Jo. No. 42/Bdg/2019/PN Bks Pada hari Jumat (4/6/2019) yang ditandatangani Juru Sita Pengganti, Tri Setyo Adi Nugroho, SE., SH.
Isi surat PN Bekasi itu tertulis perkara antara Ferdinando Simatupang dan Madihon Simatupang Sebagai Pembanding; Lawan Jayanti Purnama Sari Sebagai Terbanding.
Menanggapi hal itu, Antoni mengaku sudah menjawab dengan memberi DAFTAR BUKTI TAMBAHAN dan RISALAH ALAT PEMBUKTIAN.
“Tanggal 18 Juli itu telah kita layangkan surat. Photo copy Surat Email terbaru tertanggal 16 Januari 2019 dan 20 Januari 2019 lewat medsos WhatsApp dari Pembanding I/Tergugat I, Ferdinando Simatupang kepada Terbanding/Penggugat Jayanti,” beber Antoni.
Menurut Ia, ini membuktikan bahwa Pembanding I/Tergugat I, Ferdinando Simatupang Mengakui (Alm) Moh. Zidane Geovani adalah anaknya yang dilahirkan Terbanding / Penggugat.
“Kelahiran waktu itu memang diluar nikah. Lantas alasan apa pihak Pembanding I / Tergugat I tidak mengakui darah dagingnya sendiri.?,” ujar Antoni mengakhiri.
Sementara itu, pihak Polres Metro Bekasi yang kini menangani Permohonan Bantuan Hukum yang dilayangkan keluarga JPS, kini tengah memeriksa para saksi. “Saksi sudah kita periksa bang. Untuk hasil selanjutnya,kita kan info lagi,” ucap Supri, anggota Polres Metro yang menangani kasus ini di ujung telepon selulernya.
Halnya Musrofah, ibu Jayanti merasa lelah terhadap urusan anaknya tersebut. “Saya kemarin sudah ketemu pak Hotman Paris. Namun belum sempat cerita banyak karena ramai. Jika kasus ini tidak tuntas juga, saya pasti mengadu ke Hotman Paris..,” tukasnya. Bersambung……… (R-01/Tim)

Baca Juga :  Usia yang Ke-18 tahun Jajaran, Pengurus, dan Anggota LSM Kaliber tetap solid dan selalu diterima dan di cintai masyarakat

Berita Terkait

NCW Minta Sat Reskrim Polrestro Bekasi Kota Ungkap Kasus Pencurian di Rumah Makan Yang Sudah Berjalan Sebulan
Kejaksaan Agung Membangun Komunikasi Publik, Masyarakat Harus Tahu Kerja dan Kinerja Kejaksaan
Pengerjaan Proyek Peningkatan Jalan Lingkungan Dinilai Asal Jadi, Kepala Disperkimtan Diminta Turun Tangan
Kasus Rempang, NCW: Rakyat Rindu Sosok Jokowi Yang Peduli Dengan Jeritan Rakyat
Kepala SMAN 10 Kota Bekasi: Pengadaan Unit Mobil Sekolah Adalah Inisiatif Komite, Hal Sumbangan Tidak Dipaksakan
Tentang Sumbangan Dari Orang Tua Murid, Ini Penjelasan Kepala SMAN 4 Kota Bekasi
Panen diboikot Puskopad. Kini dipanen Orang Tak diKenal (OTK)
Ini Penjelasan Dirjen GTK Tentang PPPK Honorer
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 September 2023 - 17:08 WIB

NCW Minta Sat Reskrim Polrestro Bekasi Kota Ungkap Kasus Pencurian di Rumah Makan Yang Sudah Berjalan Sebulan

Sabtu, 30 September 2023 - 12:43 WIB

Kejaksaan Agung Membangun Komunikasi Publik, Masyarakat Harus Tahu Kerja dan Kinerja Kejaksaan

Sabtu, 30 September 2023 - 11:24 WIB

Pengerjaan Proyek Peningkatan Jalan Lingkungan Dinilai Asal Jadi, Kepala Disperkimtan Diminta Turun Tangan

Kamis, 28 September 2023 - 11:29 WIB

Kasus Rempang, NCW: Rakyat Rindu Sosok Jokowi Yang Peduli Dengan Jeritan Rakyat

Selasa, 26 September 2023 - 15:38 WIB

Kepala SMAN 10 Kota Bekasi: Pengadaan Unit Mobil Sekolah Adalah Inisiatif Komite, Hal Sumbangan Tidak Dipaksakan

Sabtu, 23 September 2023 - 16:39 WIB

Panen diboikot Puskopad. Kini dipanen Orang Tak diKenal (OTK)

Jumat, 22 September 2023 - 16:54 WIB

Ini Penjelasan Dirjen GTK Tentang PPPK Honorer

Jumat, 22 September 2023 - 13:10 WIB

Caleg Demokrat NURAINI Blusukan dan Silahturahmi Ke Posko PP Ranting Margahayu

Berita Terbaru

error: Peringatan: Pemilihan konten dinonaktifkan!!