Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Headline Newsmedan

Ratusan Mahasiswa Nommensen demo di gedung DPRD Sumut, tuntut evaluasi MBG hingga sekolah rakyat

×

Ratusan Mahasiswa Nommensen demo di gedung DPRD Sumut, tuntut evaluasi MBG hingga sekolah rakyat

Sebarkan artikel ini

Medan | Media Post Keadilan. Ratusan mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Senin (22/6/2026). Aksi tersebut sempat diwarnai ketegangan setelah massa mendesak agar Ketua DPRD Sumut, Erni Ariyanti Sitorus, hadir langsung menemui para demonstran.

Massa aksi yang dipimpin Koordinator Aksi, Mukjizat, menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah dan DPRD Sumut. Mahasiswa menilai berbagai program yang saat ini dijalankan pemerintah perlu dievaluasi secara menyeluruh agar tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut evaluasi total terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, serta program Sekolah Rakyat. Selain itu, mereka juga mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset dan RUU Masyarakat Adat.

Aksi semakin memanas ketika massa yang telah lama menunggu kedatangan Ketua DPRD Sumut mulai berlari menuju gerbang utama gedung dewan. Sambil meneriakkan “Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat, Revolusi!”, para demonstran melakukan aksi bakar ban bekas dan menggoyangkan gerbang utama hingga akhirnya roboh.

Baca Juga :  Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama Budi Daya Pertanian Hingga Pasca Panen di Food Estate Sumut

Beberapa jam kemudian, massa diterima oleh Wakil Ketua DPRD Sumut, Salman Alfarisi, dan Anggota Komisi A DPRD Sumut dari Fraksi Golkar, Irham Buana Nasution, yang didampingi Kapolrestabes Medan Kombes Pol Calvin Simanjuntak. Namun, mahasiswa tetap menolak dan bersikeras agar Ketua DPRD Sumut hadir secara langsung atau setidaknya melalui sambungan telepon maupun video call.

Pihak DPRD Sumut menjelaskan bahwa Ketua DPRD Sumut sedang menjalani perawatan karena sakit dan bahkan menunjukkan surat keterangan dokter kepada massa aksi. Meski demikian, mahasiswa tetap menyatakan ingin mendengar dan melihat langsung respons dari Ketua DPRD Sumut terkait tuntutan yang mereka sampaikan.

Usai gerbang roboh, massa sempat melakukan aksi pemblokiran jalan di persimpangan Jalan Imam Bonjol–Perdana sebelum akhirnya kembali ke Gedung DPRD Sumut dan kemudian membubarkan diri menuju kampus mereka di Jalan Perintis Kemerdekaan dengan pengawalan aparat kepolisian.

“Kami juga mendesak pemerintah untuk menstabilkan nilai rupiah, harga BBM, dan harga kebutuhan pokok masyarakat,” tegas Mukjizat, pimpinan aksi.

Aksi mahasiswa tersebut menjadi bentuk kritik dan kepedulian generasi muda terhadap berbagai persoalan kebijakan publik yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan para pemangku kebijakan.
(utari/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

sabung ayam online judi bola online juara303 login Kreis 17 - Iserlohn juara303 sbobet88 mahjong ways judi bola judi bola juara303 juara303 slot thailand live casino