Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Headline News

Tingginya Kemiskinan Ekstrim Di Aceh Jaya, IPB University Teken MoU dengan Pemkab Aceh Jaya dan Sigi

×

Tingginya Kemiskinan Ekstrim Di Aceh Jaya, IPB University Teken MoU dengan Pemkab Aceh Jaya dan Sigi

Sebarkan artikel ini

Penandatanganan MoU dilakukan masing-masing kepala daerah yaitu Penjabat (Pj) Bupati Aceh Jaya, Dr Nurdin, Bupati Sigi, Mohamad Irwan MSi dan Rektor IPB University, Prof Arif Satria

Postkeadilan | Bogor, IPB University menandatangani perjanjian kerjasama (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Jaya dan Pemkab Sigi. Penandatanganan MoU dilakukan masing-masing kepala daerah yaitu Penjabat (Pj) Bupati Aceh Jaya, Dr Nurdin, Bupati Sigi, Mohamad Irwan MSi dan Rektor IPB University, Prof Arif Satria. Acara penandatanganan dilaksanakan di IPB International Convention Center, Bogor, (5/5).

Melalui kerjasama ini, Dr Nurdin menyampaikan keinginannya untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di Aceh Jaya yang masih dinilai tinggi, yaitu sebesar 19 persen. Ia menargetkan, di tahun 2024 kemiskinan dapat menghilang di bumi Aceh Jaya dengan biaya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang minim.

Baca Juga :  Hasil Round of 64 Kejuaraan Surfing QS 5000 Nias Pro 2022 Yang Maju Round of 32

“Masyarakat kami sebagian besar bertani. Wilayah Aceh Jaya memiliki sawit rakyat seluas 22 hektar, akan tetapi kemiskinan masih 19 persen. Untuk itu, kami harus banyak berkolaborasi agar potensi dapat didorong,” ucapnya.

Baca Juga :  Para Peternak Hewan Berkaki Empat (Babi/B2) menyesalkan Perlakuan Pemerintah Propinsi Sumatera Utara.

Lebih lanjut Dr Nurdin mengungkapkan, potensi Aceh Jaya beragam. Antara lain kaya akan satwa dilindungi seperti macan, gajah, buaya, penyu dan hiu baji. Di kabupaten ini juga terdapat sejumlah wilayah konservasi seperti penyu, terumbu karang dan kawasan mangrove yang cukup besar. Selain juga memiliki hutan produksi dan hutan lindung.

Baca Juga :  Permasalahan Wartawan Dengan Oknum Polsek Tambun, Akhirnya Sepakat DAMAI

“Kami pun telah melakukan langkah awal dengan meredistribusi 20 ribu hektar lahan ke masyarakat dengan setiap satu kepala keluarga 2.002 hektar. Selain itu, ada 48 ribu hektar hutan produksi yang diserahkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk usaha milik desa bersama,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

juara303 indopromax judi bola sabung ayam online judi bola judi bola sabung ayam online judi bola sabung ayam online sabung ayam online Bnri judi bola sabung ayam sabung ayam sabung ayam