Trauma Dianiaya Suami, Polres Tobasa Diminta Serius Dalam Penanganan

Wartawan Penulis oleh: Balas

Tobasa, PostKeadilan – Asnijah Setiani Pasaribu, korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang terjadi di tempat Wisata Keluarga dan Anak di Desa Gurgur kecamatan Tampahan oleh tersangka pelaku, Boyma Tobok H.Simanjuntak, berharap pelaku tak lain suaminya sendiri itu dapat segera ditangani.

“Saya masih sembunyi. Saya trauma atas kejadian ini,” ujar Asnijah kepada PostKeadilan, Senin (23/9/2019) pagi.

Beberapa hari sebelumnya, ia ceritakan bahwa telah laporkan kejadian yang dialaminya ke Polres Tobasa, Nomor: STPL/201/IX/2019/SU/TBS.

“Saya sudah Visum di RSUD Porsea. Yang periksa dr. Pardosi,” imbuhnya.

Cerita Asnijah, dirinya mendatangi suami, Boyma sang pengelola tempat Wisata Keluarga dan Anak di Desa Gurgur yang kini berubah fungsi menjadi Tempat Hiburan Malam (THM) Cafe Rest House, Kamis (19/9/2019) siang.

Boyma yang tidak tidur dirumahnya selama 2 hari, ditemukan sedang makan bersama teman wanita Boyma, br. Manalu di dalam kamar.

Sontak Asnijah marah dan mempertanyakan hubungan mereka. “Awalnya mereka bantah tak ada hubungan apa-apa. Tapi waktu ku periksa HP mereka, chat Boru Manalu itu sebut sedang hamil. Saya teriak marah. Saya langsung dipukuli dan di usir suami saya,” beber ia terisak-isak.

Hari itu juga Asnijah laporan kan kejadian ke Polres Tobasa.

“Sebelumnya saya sudah pernah laporan hal yang sama ke Polsek Balige. Tapi damai begitu saja. Kali ini saya sudah tidak mau berdamai lagi. Sakit kali hati ku,” tukasnya.

Dikonfirmasi kepada Boyma, akui pemukulan yang dilakukannya. “Saya sudah dihubungi Polres. Saya bilang kalau orang abang mau proses, proses saja,” ucap Boyma seakan tak menyesali perbuatannya, Jumat (20/9/2019) sore.

Dihubungi Humas Polres Tobasa, Sinaga memastikan kasus tersebut akan diproses. “Oke bang sudah ditangani. Itu pasti bang kita tangani dan kita kawal. Kita tindaklanjuti,” jawab Sinaga via WhatsApp, Senin (23/9/2019).

Kembali ke Asnijah, dirinya meminta keseriusan pihak Polres dalam penanganan kasus yang dialaminya kali ini.

“Mohon bantu saya bang. Saya masih takut ketemu dan dipukuli lagi sama suami saya. Bilang lah sama Polresnya,” harap nya dalam kesedihan.

Bersambung.. (R-01/Saurma)

banner 468x60

Berlangganan

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trauma Dianiaya Suami, Polres Tobasa Diminta Serius Dalam Penanganan