oleh

Waduh, Disinyalir Oknum Ketua dan Pengurus Selewengkan Dana BUMDes Desa Sungai Bengkal Hingga Ratusan Juta

TEBO, Postkeadilan.com – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) saat ini menjelma menjadi salah satu bentuk usaha yang banyak digandrungi oleh Pemerintah Desa. Hampir setiap desa tak terkecuali di Desa Sungai Bengkal barat, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo memiliki niat untuk mendirikan Bumdes. Namun tak sedikit pula setelah didirikan justru unit usaha ini mangkrak.

Sampai saat ini praktik korupsi di tingkat desa masih terbilang sangat tinggi. Salah satu indikatornya, banyak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang kerjanya mangkrak dan bermasalah, namun terus menerus diberi penyertaan modal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

banner 400x130

Baca Juga : Merasa Dirugikan, Warga Menuntut Miliknya Yang Telah Dirampas Zuhdi Semasa Hidupnya

Berdasarkan pantauan LSM Gerak Indonesia di lapangan, menguak fakta jika dana desa sebesar 300 juta yang di gelontorkan untuk Bumdes di desa Sungai Bengkal barat pada tahun 2019 ini mangkrak dan tidak jelas rimbanya diantaranya adalah, (1) unit ketek penyebrangan (1) unit Rakit dan mesin penyedot pasir dan krikil, pembelian Tanah pelabuhan penyebrangan ketek, dan aset lainnya. Total jumlah Uang yang dikeluarkan lebih kurang 240 Juta Rupiah, Namun semuanya sia-sia.

Bahkan menurut sumber di lapangan, mengatakan bahwa aset-aset yang dimiliki Bumdes sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi lantaran sudah rusak dan hancur dkarenakan kayu-kayu nya sudah pada lapuk dan tidak terurus lagi.

“Puluhan masyarakatpun bertanya-tanya Uang senilai 240 Juta Rupiah, hilang Entah kemana?? Kuat dugaan kalau uangnya ditilap oleh oknum pengurus Bumdes,” Ungkap Narasumber yang enggan namanya dipublikasikan.

Terkait dengan permasalahan tersebut, LSM Gerak Indonesia mengkonfirmasi kepada Hairul, Kepala Desa Sungai Bengkal Barat, Ia pun membenarkannya kejadian itu.

“Uang yang diperuntukkan Bumdes sebanyak 300 Juta rupiah pada tahun anggaran 2019 semasa kepala desa yang lama, Namun sampai saat ini tidak terealisasi lagi.

Dikatakan Hairul, saya sudah beberapa kali menanyakan kepada Ketua Pengurus Bumdes yang benama Fadli tentang SPJ nya, Namun tidak ada jawabanya.

“Sayapun sudah melaporkan kejadian ini kepihak Pemerintah Kabupaten Tebo untuk meminta dievaluasi. Namun, sampai sekarang belum ada perkembanganya,” Kata Kepala Desa Sungai Bengkal Barat.

“Pengurus Bumdes nya tidak ada kejujuran dan transparan,” Tambahnya.

Sementara itu, terkait dengan permasalahan Mangkraknya BUMDes yang menghabiskan dana ratusan juta rupiah tersebut, Humas LSM Gerak indonesia, Darmawan geram dengan pengurus Bumdes desa tersebut dan juga terkesan mendengar ucapan kades Hairul Sungai Bengkal Barat, dan akan membuat laporan kejadian ini kepihak yang berwewenang.

“Saya akan melaporkan kejadian ini kepihak yang berwajib, karena sudah dianggap merugikan Negara dan ada unsur kelalaian,” Ungkapnya Kepada awak media. (Edo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed