Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
BekasiHeadline NewsVideo

Dugaan Kecurangan PPDB, Oknum Kepsek Enggan Bertanggung Jawab (Bagian 2).

×

Dugaan Kecurangan PPDB, Oknum Kepsek Enggan Bertanggung Jawab (Bagian 2).

Sebarkan artikel ini

Bekasi, PostKeadilan – Korbannya siswa yang kalah seleksi PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) jalur Zonasi akibat adanya Surat Keterangan Domisili (SKD) ‘Fiktif, beberapa oknum Kepala Sekolah ditenggarai enggan bertanggungjawab.

Pernyataan itu diungkap Koordinator Investigasi NCW, Herman PS, Sabtu (25/7/2020) siang di Bekasi. Herman mengaku pihaknya menerima aduan dan keluhan siswa yang rumahnya dekat dari sekolah, kalah akibat SKD siswa lain yang rumahnya lebih jauh.

Baca Juga :  Publikasi Kegiatan Ekpos Konsultan Perencanaan Terkait Detail Engginering Desain (DED) Tahun 2019 Dinas Perdagangan dan Perindustrian

“Kepala Sekolah memegang peranan kuat sebagai penentu siswa yang diterima dalam seleksi. Bobroknya Pendidikan di Sekolah dimulainya dari Kecurangan PPDB. Yang paling banyak kecurangan dengan berlakunya ‘Domisili Fiktif’. Mirisnya, Kepala-kepala sekolah kan selalu coba ‘buang badan,” ujar Herman di ujung telepon seluler.

Baca Juga :  Jan Pieter Pangaribuan: Saatnya Ketum Golkar Airlangga Hartarto Melangkah Pasti Capres Pemilu 2024

‘Permainan penerbitan Surat Keterangan Domisili (SKD) sebagai salah satu syarat PPDB yang dimungkinkan pada jalur Zonasi. Aturan karet ini acap kali digunakan untuk alasan pihak sekolah menerima siswa pada PPDB Tahun ajaran 2020/2021.

Baca Juga :  Hadirkan Layanan Terintegrasi Imigrasi Jakbar Dan Disdukcapil DKI Jakarta

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses