Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
AdvertorialBekasiHeadline NewsVideo

Pembangunan TPST Di Kertamukti, Kadis LH Turun Langsung Untuk Sosialisasi

×

Pembangunan TPST Di Kertamukti, Kadis LH Turun Langsung Untuk Sosialisasi

Sebarkan artikel ini

Penjelasan Donny, pembangunan TPST adalah program pemerintah pusat demi meminalisir penumpukan sampah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir).

“TPST tidak sama seperti TPA atau TPS (Tempat Pembuangan Sampah). TPST memiliki fungsi sebagai tempat pengumpulan sampah sementara sebelum diangkut ke TPA. Dimana sistem kinerja TPST adalah pengurangan sampah dengan cara sampah diolah secara teknologi canggih dan sebagainya hingga dapat dimanfaatkan kembali,” jelas Donny ditengah warga yang berkumpul, Selasa (29/8/2023) pagi itu.

Baca Juga :  Gelar Aksi Kemanusiaan, Sapma IPK Unja Galang Dana Untuk Korban Bencana NTT dan NTB

Seperti diketahui, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Kementerian PUPR memberi perhatian kepada Kabupaten Bekasi yakni pembangunan TPST. Pembangunan dikerjakan langsung oleh pusat dengan menelan biaya berkisar Rp 45 Milyar lebih.

“Kalau kita, hanya mempersiapkan lahannya saja,” tutup Donny.

Ditempat terpisah, Kepala Desa Kertamukti, Chrisna Soewandito, SE menyambut baik hal pembangunan TPST di wilayahnya.

“Selama program itu baik insya allah kami (atas nama warga desa) dukung. Karena menurut kami tidak ada penumpukan sampah. Yang ada pabrik untuk pengelolaan sampah demi mengurangi sejumlah sampah liar yang ada di desa kami terutama. Saya kira cukup efektif karena ini hanya sampah dari desa kami, bukan dari luar desa. Yang mana sampah desa di kelolah dulu, yang tidak bisa dikelola baru dibuang di Burangkeng (TPA),” kata Chrisna melalui chat WhatsApp (WA), Rabu (30/8/2023) sore.

Baca Juga :  Kepala Bidang Pencegahan BNK Kabupaten Bekasi Susilo Budianto Sambut Pengurus LAN Kabupaten Bekasi

Hal pasca sosialisasi Donny, nyaris ada insiden kecil sesama warga. Diduga ada beberapa orang yang bukan warga coba memprovokasi tetap menolak pembangunan. Namun gejolak tak berarti tersebut dapat dikendalikan Chrisna dan jajarannya.

Baca Juga :  Ijin Penambangan Batu Bauksit Di Bintan Dipertanyakan Warga

“Kami hanya fasilitator, bukan eksekutor. Semua kebijakan itu ada di kementrian PUPR, DPW Jabar dan Pemda kabupaten. Jika memang ini tidak berjalan sebagaimana mestinya, insya allah kami sendiri yang akan bertindak tegas,” pungkasnya.
(Simare)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

live casino online sabung ayam online sbobet88 agen live casino sabung ayam online slot gacor slot gacor slot88 sv388 sv388 sv388 sabung ayam online sabung ayam online sabung ayam online sabung ayam online sv388 judi bola sv388 sv388 live casino online sv388 sbobet88