banner 728x250

Pemerintah Jangan Salahkan Para Peternak Berkaki Empat (Babi/B2), Berikan Solusi Konkrit Bagi Peternak.

MEDAN POSTKEADILAN. Sejumlah bangkai hewan berkaki empat (B2) sudah tampak di seiberombak dan seibadera. Ini di laporkan oleh warga disekitar pinggiran sungai kepada Plt Ketua Gerakan Peternak Babi Indonesia Heri Ginting. (2/12/2022)

Pasca kematian B2 di Sumatera Utara, Anggota Komisi II DPRD Kota Medan Saiful Ramadan angkat bicara soal Pemko Medan Kecolongan di salah satu media. Dalam hal ini Saiful menerangkan bahwa sudah ada Perda dan Perwalinya. Namun pernyataan ini tidak diperkuat Perda nomor berapa yang sudah diterbitkan Pemerintah Sumatera Utara untuk mengatur B2 tersebut. Saiful hanya menyalahkan peternak B2 tanpa memberikan solusi bagi Peternak B2.

Dalam pertemuan (sosialisasi) dengan Dinas Ketahanan Pangan Dan Peternakan Propinsi Sumatera Utara dan Balai Veteriner Sumatera Utara di akhir November kemaren, sudah jelas bahwa tuntutan peternak B2 di Smatera Utara adalah bahwa ini adalah masalah Sumatera Utara dan meminta Pemerintah memenuhi janjinya terhadap peternak termasuk dana alokasi penanaman massal daripada hewan ternak B2 yang mati dan memberikan bantuan pengganti hewan ternak yang mati.

Heri Ginting menerangkan, Balai Veteriner Sumatera Utara juga sudah mengambil sampel 10 ekor B2 karena dengan kesepakatan hasil sosialisasi bahwa akan datang untuk mengambil sampel dan akan meneliti apakah juga teridap positif ASF agar cepat mengambil tindakan terhadap daerah tersebut. Bangkai dari ternak B2 yang dilaporkan memang belum ditelusuri keberadaannya di sungai tersebut. Kepala Balai Veteriner Sumatera Utara Dr. Azisfirman juga memberikan janji, akan seoptimal mungkin memberikan solusi bila ternak ternak banyak terpapar ASF karena sekarang masih tahap pengambilan sampel dibeberapa wilayah.

Sutrisno Pangaribuan selaku Dewan Pembina Gerakan Peternak Babi Indonesia juga menegaskan, Anggota DPRD yang memang mengetahui masalah B2 mati dan enggan berbicara B2 mati saat ini janganlah takut dimusuhi oleh beberapa orang yang membenci mengenai B2 inj. Jangan takut untuk berbicara dan membela hak peternak B2. Wakil rakyat seharusnya dapat berbicara sebagai wakil rakyat di DPRD, bukan hanya membaca dan enggan menyuarakan masalah matinya B2 ini dan enggan juga berbicara tentang peternak B2 ini di DPRD Sumatera Utara.

Baca Juga :  Pasca Pengunduran Duo Uban, SMSI Bekasi Raya Tunjuk Rochmatilah Sekretaris Dan Tahar Bendahara
221 Views
Penulis: H SitinjakEditor: Redaksi Postkeadilan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Peringatan: Pemilihan konten dinonaktifkan!!