Kornas : Harga Beras Melambung Tinggi. Siapa Peduli?

- Penulis

Senin, 23 Januari 2023 - 19:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN POSTKEADILAN Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) harga gabah dan beras tingkat petani pada Desember 2022 lalu mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/yoy). BPS mencatat rata-rata harga gabah kering panen senilai Rp 5.624 angka ini naik 17,83% yoy. Sedangkan untuk gabah kering giling di harga Rp 6.166 naik 21,75% yoy.

Dari data ini terlihat jarak harga gabah kering panen dan giling nyaris mencapai Rp 500. Sedangkan untuk harga rata-rata beras, BPS mencatat harga beras di penggilingan senilai Rp 10.604, harga ini naik 13,44% yoy. Untuk beras grosir di harga Rp 11.363 naik 8,95% yoy. Dan untuk beras eceran Rp12.112 naik sebesar 6,23% yoy. Data ini memperlihatkan selisih harga beras di penggilingan dengan yang dijual di eceran mencapai Rp 1.500.

Semula, Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras nasional tahun 2022 bisa naik 720 ribu ton atau 2,29% jadi 32,07 juta ton dibandingkan realisasi tahun 2021 yang tercatat 31,36 juta ton. Lonjakan itu diharapkan bisa tercapai dari kenaikan produksi di bulan Oktober-Desember 2022 yang ditaksir sebanyak 5,9 juta ton atau naik 15,12% setara 780 ribu ton dibandingkan periode sama tahun 2021 yang tercatat 5,13 juta ton. Namun , sepanjang Januari-September 2022, produksi beras RI justru mengalami penurunan 0,22% atau sekitar 60 ribu ton menjadi 26,17 juta ton dibandingkan periode sama tahun 2021 yang mencapai 26,23 juta ton.

Baca Juga :  Kunjungi Lapas Banda Aceh, Anggota Komisi III DPR RI Sapa Warga Binaan dan Tinjau Pembangunan Lapas Banda Aceh

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat, harga Gabah Kering Panen (GKP), Gabah Kering Giling (GKG), dan beras medium terus meningkat sejak bulan Juli 2022 hingga saat ini. Tercatat, beras medium harga rata-rata nasional tingkat konsumen pada bulan Juli 2022 yang semula Rp 10.777/kg mengalami kenaikan 5,34% menjadi Rp 11.352/kg sejak 11 Desember 2022.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso ( Buwas ) melakukan pemecatan terhadap karyawan Bulog yang bermain kotor. Tindakan pemecatan tersebut berkaitan dengan mafia beras yang dipastikan ikut bermain menaikkan harga beras. Buwas mengaku sudah mengantongi sejumlah nama dan alamat tempat para mafia beras melancarkan aksinya. Buwas juga mengatakan bahwa, kenaikan harga beras disebabkan oleh faktor tunggal, yakni keberadaan mafia yang sengaja menggerek harga beras di level pedagang.

Sementara itu, beras merupakan makanan utama masyarakat Indonesia sehingga perkembangan harganya akan sangat menentukan laju inflasi Indonesia. Beras memiliki bobot inflasi sebesar 3,32% yang merupakan bobot tertinggi dari semua kelompok makanan. Maka tidak heran jika kenaikan harganya akan menekan daya beli masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat beras adalah komoditas penyumbang kemiskinan di tanah air. BPS menyatakan beras memberikan sumbangsih terhadap kemiskinan di kota sebesar 19,69 persen dan perdesaan sebesar 23,79 persen.

Baca Juga :  Kasdim bersama anak Anggota meriahkan malam Takbiran dengan pesta kembang api

Berdasarkan kondisi tersebut, Presidium Kongres Rakyat Nasional ( Kornas ) menyampaikan sikap dan pandangan sebagai berikut:

Pertama , bahwa beras sebagai bahan pangan pokok utama yang dikonsumsi mayoritas rakyat Indonesia. Maka pemerintah diminta untuk segera melakukan tindakan konkrit dalam memastikan harga beras turun dan dapat dijangkau oleh masyarakat.

Kedua , bahwa seluruh partai politik ( Parpol ) tidak tertarik untuk merespon persoalan tingginya harga beras. Seluruh Parpol sengaja membiarkan keadaan tersebut untuk dimanfaatkan membangun citra “pro rakyat” dengan melakukan “ Operasi Pasar Parpol” dan “Bakti Sosial Pembagian Sembako Parpol”.

Ketiga , bahwa seluruh Parpol lebih tertarik membahas persoalan seputar kekuasaan, baik melalui kegaduhan tentang sistem pemilu proporsional terbuka dan tertutup. Kemudian sibuk dengan perdebatan sosok Capres dan Cawapres dan dinamika seputar paket- paket koalisi.

Keempat , bahwa kita medapati risiko kementerian pertanian, kementerian perdagangan yang dipimpin oleh pimpinan Parpol. Tugas menjadi Menteri tidak menjadi prioritas, bahkan hanya dimanfaatkan untuk memfasilitasi Parpol masing- masing. Dalam hal tingginya harga beras di pasar, maka selain Bulog, Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan juga harus bertanggung jawab.

Baca Juga :  Polres Banjar Gelar Silaturahmi Bersama Para Insan PERS

Kelima , bahwa Satgas Pangan diminta untuk proaktif dalam menindaklanjuti informasi dan laporan yang disampaikan oleh Bulog tentang mafia beras. Pengungkapan keberadaan mafia beras menjadi penting untuk memberi kepastian dan efek jera terhadap para pelaku.

Keenam , bahwa rakyat lebih membutuhkan beras dengan harga murah dan terjangkau dibandingkan dengan program pemberian dan pembagian sembako/ beras dari pemerintah, Parpol atau pihak lainnya. Maka pemerintah dan pihak lain diminta agar bekerjasama dalam menurunkan harga beras, bukan membagi- bagi sembako.

Ketujuh , bahwa kita harus bergotong royong dalam menghadapi setiap dinamika sosial ekonomi yang terjadi. Maka diminta kepada seluruh rakyat untuk tidak melakukan penumpukan beras dalam jumlah besar. Kita harus membantu pemerintah dalam mengatasi tingginya harga beras agar tidak berdampak pada sektor kehidupan lainnya.

Kedelapan , bahwa pemerintah dan pemerintah daerah harus bahu membahu dalam mengatasi tingginya harga beras. Himbauan Presiden agar kepala daerah meningkatkan pemantauan langsung ke pasar- pasar harus dilakukan untuk membatasi pergerakan para mafia beras.

Sutrisno Pangaribuan
Presidium Kongres Rakyat Nasional ( Kornas )

Berita Terkait

Kasus Rempang, NCW: Rakyat Rindu Sosok Jokowi Yang Peduli Dengan Jeritan Rakyat
Kepala SMAN 10 Kota Bekasi: Pengadaan Unit Mobil Sekolah Adalah Inisiatif Komite, Hal Sumbangan Tidak Dipaksakan
Tentang Sumbangan Dari Orang Tua Murid, Ini Penjelasan Kepala SMAN 4 Kota Bekasi
Panen diboikot Puskopad. Kini dipanen Orang Tak diKenal (OTK)
Ini Penjelasan Dirjen GTK Tentang PPPK Honorer
Caleg Demokrat NURAINI Blusukan dan Silahturahmi Ke Posko PP Ranting Margahayu
KCD Wilayah Tiga Jawa Barat Beri Penjelasan Terkait Sejumlah Berita
Para Oknum PPK Pembangunan RPS Pada 2 SMK NEGERI, Akhirnya Ditetapkan Tersangka Dan Langsung Ditahan
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 September 2023 - 11:29 WIB

Kasus Rempang, NCW: Rakyat Rindu Sosok Jokowi Yang Peduli Dengan Jeritan Rakyat

Selasa, 26 September 2023 - 15:38 WIB

Kepala SMAN 10 Kota Bekasi: Pengadaan Unit Mobil Sekolah Adalah Inisiatif Komite, Hal Sumbangan Tidak Dipaksakan

Senin, 25 September 2023 - 17:40 WIB

Tentang Sumbangan Dari Orang Tua Murid, Ini Penjelasan Kepala SMAN 4 Kota Bekasi

Sabtu, 23 September 2023 - 16:39 WIB

Panen diboikot Puskopad. Kini dipanen Orang Tak diKenal (OTK)

Jumat, 22 September 2023 - 16:54 WIB

Ini Penjelasan Dirjen GTK Tentang PPPK Honorer

Kamis, 21 September 2023 - 20:19 WIB

KCD Wilayah Tiga Jawa Barat Beri Penjelasan Terkait Sejumlah Berita

Kamis, 21 September 2023 - 18:47 WIB

Para Oknum PPK Pembangunan RPS Pada 2 SMK NEGERI, Akhirnya Ditetapkan Tersangka Dan Langsung Ditahan

Kamis, 21 September 2023 - 17:32 WIB

Akses Panen ditutup Puskopad TNI Bukit Barisan. Puluhan Warga Ramunia Mendatangi Kantor Gubernur Sumatera Utara

Berita Terbaru

Advertorial

Panen diboikot Puskopad. Kini dipanen Orang Tak diKenal (OTK)

Sabtu, 23 Sep 2023 - 16:39 WIB

Headline News

Ini Penjelasan Dirjen GTK Tentang PPPK Honorer

Jumat, 22 Sep 2023 - 16:54 WIB

error: Peringatan: Pemilihan konten dinonaktifkan!!